Pengaruh Brand Awareness dan Perceived Value terhadap Keputusan Pembelian pada Dimsamcong Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pengaruh Brand Awareness dan Perceived Value terhadap Keputusan
Pembelian pada Dimsamcong Jember; Dewi Maryam, 220210301028; 2026; 49
Halaman; Program Studi Pendidikan Ekonomi Jurusan Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember.
Industri kuliner mengalami perkembangan yang pesat, ditandai dengan
meningkatnya jumlah usaha penyedia makanan dan minuman dari tahun ke tahun.
Pertumbuhan ini mengakibatkan persaingan antar pelaku usaha semakin ketat
karena sebelum konsumen memutuskan pembelian, mereka akan dihadapkan pada
banyaknya pilihan merek produk. Oleh sebab itu, pelaku usaha harus memahami
faktor yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian, sehingga dapat
menentukan strategi penjualan yang sesuai. Terdapat sejumlah faktor yang
mempengaruhi keputusan pembelian yaitu brand awareness dan perceived value.
Hal ini didukung oleh penelitian Adi et al. (2024) yang menyatakan bahwa
keputusan pembelian Roti Carmel pada PT. Pinrang dipengaruhi secara signifikan
oleh brand awareness. Selain itu, studi Ramandhani & Sudrajat (2025)
menunjukkan bahwa perceived value mempengaruhi keputusan pembelian secara
signifikan pada Kopi Janji Jiwa Karawang.
Dimsamcong merupakan salah satu usaha kuliner yang sedang berkembang
di Kabupaten Jember yang juga menghadapi persaingan dalam industri makanan.
Meskipun baru berdiri pada 7 November 2024, Dimsamcong telah menunjukkan
perkembangan yang pesat ditandai dengan sudah memiliki beberapa cabang di
Kabupaten Jember dan Kota Kediri. Dimsamcong aktif melakukan promosi di
media sosial agar masyarakat semakin sadar akan keberadaan merek Dimsamcong
serta menggunakan bahan-bahan premium dan menggunakan 90% daging ayam
sebagai komposisi produknya agar dapat memberikan kualitas yang baik kepada
konsumen.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan tujuan untuk
mengetahui pengaruh variabel brand awareness dan perceived value terhadap
keputusan pembelian, baik secara parsial maupun simultan. Populasi penelitian ini adalah konsumen Dimsamcong Jember. Metode pengambilan sampel
menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 100
sampel. Data penelitian diperoleh dari kuesioner, wawancara dan dokumen. Data
yang diperoleh dari kuesioner dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linier
berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistic ver. 26.
Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa variabel brand awareness
memiliki nilai Sig. 0,000 < 0,05, maka H1 diterima dan H0 ditolak. Hal ini
menunjukkan bahwa variabel brand awareness berpengaruh signifikan terhadap
keputusan pembelian konsumen pada Dimsamcong Jember secara parsial. Selain
itu, variabel perceived value memiliki nilai Sig. 0,000 < 0,05, maka H2 diterima dan
H0 ditolak. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel perceived
value juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Dimsamcong
Jember secara parsial. Sementara itu, hasil uji F menunjukkan nilai sig. 0,000 <
0,05 maka H3 diterima dan H0 ditolak. Hal ini berarti secara simultan variabel brand
awareness dan perceived value berpengaruh signifikan terhadap keputusan
pembelian konsumen pada Dimsamcong Jember. Hasil uji koefisien Determinasi
(R2
) sebesar 0,634 menunjukkan bahwa brand awareness dan perceived value
berpengaruh terhadap keputusan pembelian sebesar 63,4%.
Berdasarkan analisis deskriptif menunjukkan bahwa brand awareness
memiliki indikator dengan rata-rata tertinggi pada brand recall dan yang terendah
pada purchase. Sementara itu, perceived value memiliki indikator dengan rata-rata
tertinggi pada emotional value dan yang terendah pada social value. Dimsamcong
Jember disarankan untuk memperkuat strategi pemasaran yang dapat mendorong
konsumen untuk menjadikan Dimsamcong sebagai pilihan utama. Hal ini dapat
dilakukan dengan aktif melakukan promosi di media sosial, konsisten pada kualitas
produk, memberikan program promo seperti buy 1 get 1, diskon produk, paket
bundling secara berkala dan memanfaatkan testimoni pelanggan dan ulasan positif
dari influencer dan food reviewer. Sementara itu, indikator social value dapat
ditingkatkan dengan membangun citra merek yang lebih trendi dan kekinian, seperti
memberikan suasana outlet dan kemasan yang menarik dan estetik sehingga layak
dibagikan di media sosial serta membangun branding yang lebih premium.
