Hubungan Kecerdasan Interpersonal dengan Kemampuan Menghafal Al-Qur’an pada Warga Belajar di PKBM Madina Ibnu Katsir Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Kecerdasan interpersonal merupakan kemampuan individu dalam memahami
perasaan, motivasi, serta kebutuhan orang lain, dan menyesuaikan diri secara efektif
dalam berbagai situasi sosial. Dalam pendidikan tahfidz, kecerdasan ini berperan
penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif serta meningkatkan
motivasi, fokus, dan efektivitas hafalan Al-Qur’an. Proses menghafal tidak hanya
bergantung pada kemampuan kognitif, tetapi juga memerlukan dukungan sosial,
komunikasi yang baik, dan interaksi positif antara peserta didik, pengajar, serta
lingkungan. Penguatan aspek tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter yang
diterapkan di PKBM MADINA Ibnu Katsir Jember sejak 2018 melalui integrasi
nilai keimanan, akhlak, dan ilmu pengetahuan. Mengacu pada fenomena diatas
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “adakah hubungan kecerdasan
interpersonal dengan kemampuan menghafal Al-Qur’an pada warga belajar di
PKBM MADINA Ibnu Katsir Jember?”. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui hubungan antara kecerdasan interpersonal dengan kemampuan
menghafal Al-Qur’an pada warga belajar di PKBM MADINA Ibnu Katsir Jember.
Manfaat penelitian yaitu diharapkan sebagai pengembangan ilmu pengetahuan
penelitian masa depan terutama dalam bidang pendidikan non-formal yang
dikhusukan pada konsentrasi keaksaraan kesetaraan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis
korelasi Rank Spearman dengan bantuan SPSS versi 25. Pemilihan uji korelasi
nonparametrik didasarkan pada karakteristik data yang berskala ordinal dan
diperoleh melalui kuesioner. Subjek penelitian berjumlah 75 warga belajar kelas 4–
6 yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Penelitian
dilaksanakan di PKBM MADINA Ibnu Katsir Jember dengan teknik pemilihan
lokasi yaitu purposive area. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert 5
poin yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Seluruh instrumen dinyatakan
reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha di atas 0,70. Variabel kecerdasan
interpersonal (X) terdiri dari indikator Social Sensitivity, Social Insight, dan Social
Communication, sedangkan variabel kemampuan menghafal Al-Qur’an (Y)
mencakup indikator kelancaran, kesesuaian bacaan dengan kaidah ilmu tajwid, dan
fashahah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum terdapat hubungan
positif dan signifikan antara kecerdasan interpersonal dengan kemampuan
menghafal Al-Qur’an dengan tingkat korelasi sedang, sehingga H0 ditolak dan H1
diterima. Hal ini menunjukkan bahwa kecerdasan interpersonal memiliki peran
dalam mendukung keberhasilan proses menghafal, meskipun bukan satu-satunya
faktor yang menentukan. Hasil analisis lanjutan menunjukkan bahwa setiap
indikator kecerdasan interpersonal memberikan kontribusi yang berbeda terhadap
kemampuan menghafal Al-Qur’an. Sensitivitas sosial memiliki hubungan positif
dan signifikan dengan tingkat korelasi rendah, dengan demikian kontribusinya
masih terbatas karena proses menghafal lebih banyak berkaitan dengan faktor
internal individu. Wawasan sosial tidak menunjukkan hubungan yang signifikan,
yang mengindikasikan bahwa pemahaman terhadap dinamika sosial tidak secara
langsung berkaitan dengan keberhasilan hafalan. Sebaliknya, komunikasi sosial
menunjukkan hubungan positif dan signifikan dengan tingkat korelasi sedang, di
mana kemampuan berkomunikasi secara efektif dengan pendidik dan sesama warga
belajar berperan dalam menciptakan interaksi, dukungan, serta lingkungan belajar
yang kondusif bagi proses menghafal Al-Qur’an.
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan
interpersonal berperan dalam mendukung kemampuan menghafal Al-Qur’an,
terutama melalui komunikasi sosial dan sensitivitas sosial, meskipun kontribusinya
tidak bersifat dominan. Kemampuan menghafal berkaitan dengan berbagai faktor
lain, seperti motivasi, strategi belajar, manajemen waktu, lingkungan belajar, dan
kedisiplinan individu. Oleh karena itu, kemampuan menghafal perlu
memperhatikan aspek interpersonal tanpa mengabaikan faktor internal individu,
serta menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya untuk mengkaji faktor lain yang
berkaitan dengan kemampuan menghafal Al-Qur’an secara lebih komprehensif.
Description
Reupload Repositori File 26 Mei 2026_Kholif Basri
:: Finalisasi Repositori File 11 Juni 2026_Kurnadi
