Karakteristik Fisik dan Mekanik Edible Film Berbasis Pati Jagung Terfotooksidasi dengan Variasi Penambahan Kitosan dan Gliserol
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Meningkatnya kebutuhan akan bahan kemasan yang biodegradabel dan ramah
lingkungan telah mendorong pengembangan edible film yang berasal dari polimer
alami seperti pati, kitosan, dan plasticizer. Pada penelitian ini menggunakan pati
jagung terfotooksidasi untuk peningkatan sifat fungsionalnya sehingga berpotensi
menjadi bahan yang menjanjikan untuk aplikasi edible film. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan kitosan dan gliserol terhadap
karakteristik fisik dan mekanik edible film berbasis pati jagung terfotooksidasi.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua
faktor, yaitu perbedaan penambahan kitosan (A), dan gliserol (B). Faktor pertama,
jumlah penambahan kitosan terdiri dari tiga taraf yaitu 0,2 gram (A1); 0,6 gram
(A2); dan 1 gram (A3). Faktor kedua, jumlah penambahan gliserol terdiri dari tiga
taraf yaitu 0,5 gram (B1); 1 gram (B2); dan 1,5 gram (B3). Terdapat 0 formulasi
yang digunakan yaitu A1B1, A1B2, A1B3, A2B1, A2B2, A2B3, A3B1, A3B2, dan
A3B3 dengan masing-masing formulasi diulang sebanyak tiga kali ulangan.
Prosedur penelitian terdapat tiga tahap yaitu, pembuatan pati jagung
terfotooksidasi, pembuatan edible film, dan pengukuran parameter analisis. Edible
film yang dihasilkan dilakukan analisis kelarutan, ketebalan, kuat tarik, dan
elongasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan dan gliserol memberikan
pengaruh yang signifikan terhadap seluruh parameter yang diuji (α ≤ 0,05).
Peningkatan penambahan gliserol meningkatkan kelarutan, ketebalan, dan elongasi
tetapi menurunkan kuat tarik. Sedangkan, peningkatan penambahan kitosan
meningkatkan ketebalan, kuat tarik dan elongasi tetapi menurunkan kelarutan. Nilai
kelarutan edible film yang dihasilkan pada kisaran 23,20 hingga 29,46%. Nilai
ketebalan edible film yang dihasilkan pada kisaran 0,091 hingga 0,123 mm, yang
sudah memenuhi persyaratan JIS (≤ 0,25 mm). Nilai kuat tarik edible film yang
dihasilkan pada kisaran 0,58 hingga 2,88 Mpa yang sudah melebihi standar minimal
JIS (0,392 MPa). Nilai elongasi edible film yang dihasilkan pada kisaran 11,61%
hingga 43,32%, yang tergolong baik menurut standar JIS. Secara keseluruhan,
formulasi pati jagung terfotooksidasi dengan penambahan kitosan dan gliserol
berhasil menghasilkan edible film yang memenuhi karakteristik fisik dan mekanik
yang dipersyaratkan, sehingga berpotensi diterapkan sebagai bahan kemasan
pangan ramah lingkungan.
Description
Reupload Repositori File 26 Mei 2026_Kholif Basri
:: Finalisasi Repositori File 11 Juni 2026_Kurnadi
