Karakteristik Fisik dan Mekanik Edible Film Berbasis Pati Jagung Terfotooksidasi dengan Variasi Penambahan Kitosan dan Gliserol
| dc.contributor.author | Degrid Setiawan | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-10T22:13:15Z | |
| dc.date.issued | 2025-11-28 | |
| dc.description | Reupload Repositori File 26 Mei 2026_Kholif Basri :: Finalisasi Repositori File 11 Juni 2026_Kurnadi | |
| dc.description.abstract | Meningkatnya kebutuhan akan bahan kemasan yang biodegradabel dan ramah lingkungan telah mendorong pengembangan edible film yang berasal dari polimer alami seperti pati, kitosan, dan plasticizer. Pada penelitian ini menggunakan pati jagung terfotooksidasi untuk peningkatan sifat fungsionalnya sehingga berpotensi menjadi bahan yang menjanjikan untuk aplikasi edible film. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan kitosan dan gliserol terhadap karakteristik fisik dan mekanik edible film berbasis pati jagung terfotooksidasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu perbedaan penambahan kitosan (A), dan gliserol (B). Faktor pertama, jumlah penambahan kitosan terdiri dari tiga taraf yaitu 0,2 gram (A1); 0,6 gram (A2); dan 1 gram (A3). Faktor kedua, jumlah penambahan gliserol terdiri dari tiga taraf yaitu 0,5 gram (B1); 1 gram (B2); dan 1,5 gram (B3). Terdapat 0 formulasi yang digunakan yaitu A1B1, A1B2, A1B3, A2B1, A2B2, A2B3, A3B1, A3B2, dan A3B3 dengan masing-masing formulasi diulang sebanyak tiga kali ulangan. Prosedur penelitian terdapat tiga tahap yaitu, pembuatan pati jagung terfotooksidasi, pembuatan edible film, dan pengukuran parameter analisis. Edible film yang dihasilkan dilakukan analisis kelarutan, ketebalan, kuat tarik, dan elongasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan dan gliserol memberikan pengaruh yang signifikan terhadap seluruh parameter yang diuji (α ≤ 0,05). Peningkatan penambahan gliserol meningkatkan kelarutan, ketebalan, dan elongasi tetapi menurunkan kuat tarik. Sedangkan, peningkatan penambahan kitosan meningkatkan ketebalan, kuat tarik dan elongasi tetapi menurunkan kelarutan. Nilai kelarutan edible film yang dihasilkan pada kisaran 23,20 hingga 29,46%. Nilai ketebalan edible film yang dihasilkan pada kisaran 0,091 hingga 0,123 mm, yang sudah memenuhi persyaratan JIS (≤ 0,25 mm). Nilai kuat tarik edible film yang dihasilkan pada kisaran 0,58 hingga 2,88 Mpa yang sudah melebihi standar minimal JIS (0,392 MPa). Nilai elongasi edible film yang dihasilkan pada kisaran 11,61% hingga 43,32%, yang tergolong baik menurut standar JIS. Secara keseluruhan, formulasi pati jagung terfotooksidasi dengan penambahan kitosan dan gliserol berhasil menghasilkan edible film yang memenuhi karakteristik fisik dan mekanik yang dipersyaratkan, sehingga berpotensi diterapkan sebagai bahan kemasan pangan ramah lingkungan. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Dr. Ir. Jayus Dosen Pembimbing Anggota: -- | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/8612 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Teknologi Pertanian | |
| dc.subject | biodegradabel | |
| dc.subject | polimer alami | |
| dc.subject | pati | |
| dc.subject | kitosan | |
| dc.subject | dan plasticizer | |
| dc.title | Karakteristik Fisik dan Mekanik Edible Film Berbasis Pati Jagung Terfotooksidasi dengan Variasi Penambahan Kitosan dan Gliserol | |
| dc.type | Other |
