Pengembangan Sampo dari Minyak Atsiri Daun Jeruk Purut dan Aktivitasnya terhadap Jamur Malassezia furfur
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Ketombe merupakan gangguan pada kulit kepala yang ditandai dengan
pengelupasan berlebihan lapisan stratum korneum sehingga membentuk sisik-sisik
halus. Kondisi ini umumnya disertai iritasi pada kulit kepala serta rambut yang
cenderung menjadi kering atau berminyak (Azzahra et al., 2023). Salah satu
penyebab utama ketombe adalah jamur Malassezia furfur. Das et al. (2023)
melaporkan bahwa Malassezia furfur ditemukan pada sekitar 70% kasus ketombe,
lebih dominan dibandingkan Malassezia globosa (30%), termasuk isolat campuran
keduanya (15%).
Ketombe umumnya diatasi menggunakan sampo antiketombe yang
mengandung bahan kimia, seperti zinc pyrithione, ketoconazole, dan selenium
sulfida. Namun, penggunaan bahan-bahan tersebut dapat menimbulkan efek
samping, antara lain kulit kepala kering, gatal, sensasi terbakar, eritema, serta
rambut menjadi berminyak (Tynes et al., 2024). Oleh karena itu, pengembangan
sampo berbahan alami menjadi alternatif yang lebih aman dengan risiko efek
samping yang lebih rendah. Salah satu bahan alami yang berpotensi digunakan
adalah minyak atsiri daun jeruk purut karena mengandung senyawa bioaktif yang
memiliki aktivitas antijamur (Zhao et al., 2023). Naibaho et al. (2024) melaporkan
bahwa minyak atsiri daun jeruk purut hasil distilasi uap mengandung sitronelal
sebagai komponen utama dengan kadar sebesar 77,29%. Selain itu, minyak atsiri
ini dilaporkan memiliki aktivitas antijamur yang kuat terhadap Malassezia furfur
dengan nilai MIC sebesar 0,25% v/v (Tadtong et al., 2025).
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang
bertujuan untuk memformulasikan sampo minyak atsiri daun jeruk purut dalam
beberapa konsentrasi, yaitu F0 (0%), F1 (2,5%), F2 (5%), dan F3 (7,5%). Sediaan
yang dihasilkan kemudian dievaluasi mutu fisikokimianya, meliputi organoleptis,
pH, viskositas, tinggi busa, homogenitas, daya pembersih, daya pembasah,
Description
Finalisasi_Maya_10 Juni 2026
