Pengembangan Sampo dari Minyak Atsiri Daun Jeruk Purut dan Aktivitasnya terhadap Jamur Malassezia furfur
| dc.contributor.author | Aprilia Dwi Wahyuning | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-10T08:46:40Z | |
| dc.date.issued | 2026-01-20 | |
| dc.description | Finalisasi_Maya_10 Juni 2026 | |
| dc.description.abstract | Ketombe merupakan gangguan pada kulit kepala yang ditandai dengan pengelupasan berlebihan lapisan stratum korneum sehingga membentuk sisik-sisik halus. Kondisi ini umumnya disertai iritasi pada kulit kepala serta rambut yang cenderung menjadi kering atau berminyak (Azzahra et al., 2023). Salah satu penyebab utama ketombe adalah jamur Malassezia furfur. Das et al. (2023) melaporkan bahwa Malassezia furfur ditemukan pada sekitar 70% kasus ketombe, lebih dominan dibandingkan Malassezia globosa (30%), termasuk isolat campuran keduanya (15%). Ketombe umumnya diatasi menggunakan sampo antiketombe yang mengandung bahan kimia, seperti zinc pyrithione, ketoconazole, dan selenium sulfida. Namun, penggunaan bahan-bahan tersebut dapat menimbulkan efek samping, antara lain kulit kepala kering, gatal, sensasi terbakar, eritema, serta rambut menjadi berminyak (Tynes et al., 2024). Oleh karena itu, pengembangan sampo berbahan alami menjadi alternatif yang lebih aman dengan risiko efek samping yang lebih rendah. Salah satu bahan alami yang berpotensi digunakan adalah minyak atsiri daun jeruk purut karena mengandung senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antijamur (Zhao et al., 2023). Naibaho et al. (2024) melaporkan bahwa minyak atsiri daun jeruk purut hasil distilasi uap mengandung sitronelal sebagai komponen utama dengan kadar sebesar 77,29%. Selain itu, minyak atsiri ini dilaporkan memiliki aktivitas antijamur yang kuat terhadap Malassezia furfur dengan nilai MIC sebesar 0,25% v/v (Tadtong et al., 2025). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang bertujuan untuk memformulasikan sampo minyak atsiri daun jeruk purut dalam beberapa konsentrasi, yaitu F0 (0%), F1 (2,5%), F2 (5%), dan F3 (7,5%). Sediaan yang dihasilkan kemudian dievaluasi mutu fisikokimianya, meliputi organoleptis, pH, viskositas, tinggi busa, homogenitas, daya pembersih, daya pembasah, | |
| dc.description.sponsorship | DPU : apt. Lidya Ameliana, S.Si., M.Farm. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/8596 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Farmasi | |
| dc.subject | Malassezia furfur | |
| dc.subject | Ketombe | |
| dc.title | Pengembangan Sampo dari Minyak Atsiri Daun Jeruk Purut dan Aktivitasnya terhadap Jamur Malassezia furfur | |
| dc.type | Other |
Files
Original bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- Aprilia Dwi Wahyuning - 222210101014.pdf
- Size:
- 2.91 MB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
- Description:
- Reuploud file repository 26mei 2026_Firli_Tata
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed to upon submission
- Description:
