Penetapan Kurva Retensi Air Tanah dengan Tensiometer di Laboratorium
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Kurva retensi tanah sebagai hubungan kadar air (θ) dan tegangan air (Ψ) untuk
mengetahui pengelolaan sumber daya air yang baik dalam kesuburan tanah.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi metode pengukuran kurva retensi air tanah
menggunakan sensor tensiometer gips, granular matrix sensor (GMS) untuk
menentukan nilai tegangan air tanah (hPa) serta kapasitif sensor dan analisis kadar
air gravimetri untuk menentukan nilai kadar air tanah (g.g).
Serta menganalisis kesesuaian kurva dengan model empiris Van Genuchten (VG). Penelitian
dilaksanakan di Laboratorium Konservasi dan Fisika Tanah Program Studi Ilmu
Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jember.
Hasil pengukuran Tegangan air tanah menunjukkan tensiometer gips dan
sensor GMS memiliki kesesuaian yang baik pada tekstur tanah yang digunakan,
dengan korelasi pada tesktur klei (0,92), lom berklei (0,89) dan tekstur pasir
(0,92). Pengukuran kadar air menggunakan sensor kapasitif dan metode gravimetri
menunjukkan hasil korelasi yang baik (r = 0,9), namun berbeda signifikan (0,14)
ketika semua tekstur digabungkan, disebabkan perbedaan kemampuan setiap
tekstur tanah dalam mengikat air.
Kurva retensi tensiometer – kapasitif menunjukkan nilai baik ketika di
bandingkan dengan kurva GMS – Gravimetri dengan nilai RRMSE tekstur klei
(12,8%), lom berklei (11,1%) dan tekstur pasir menunjukkan hasil cukup dengan
nilai (27,4%). Pemodelan van Genuchten (vG) menghasilkan pendekatan kurva
yang baik terhadap hasil pengukuran dengan simpangan hasil pengukuran dengan
model diperoleh nilai RRMSE rendah sebesar klei (11,1) dan lom berklei
(18,2%), pada tekstur sand (54,3) memiliki interpretasi yang lemah.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penentuan kurva retensi air
tanah (Ѱ - θ) dari tensiometer gips dan kapasitif sensor memiliki pendekatan yang
baik dengan GMS dan kadar air gravimetri serta menunjukkan nilai yang baik
dengan pendekatan prediksi model vG pada tekstur klei dan lom berklei namun
pada tekstur pasir menunjukkan nilai yang cukup berdasarkan kurva GMS –
gravimteri dan nilai yang lemah pada prediksi model vG.
Description
upload by Teddy_30/01/2026
