Penetapan Kurva Retensi Air Tanah dengan Tensiometer di Laboratorium
| dc.contributor.author | Ubaidillah lulu’a Alfansuri | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-30T08:11:03Z | |
| dc.date.issued | 2024-12-20 | |
| dc.description | upload by Teddy_30/01/2026 | |
| dc.description.abstract | Kurva retensi tanah sebagai hubungan kadar air (θ) dan tegangan air (Ψ) untuk mengetahui pengelolaan sumber daya air yang baik dalam kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi metode pengukuran kurva retensi air tanah menggunakan sensor tensiometer gips, granular matrix sensor (GMS) untuk menentukan nilai tegangan air tanah (hPa) serta kapasitif sensor dan analisis kadar air gravimetri untuk menentukan nilai kadar air tanah (g.g). Serta menganalisis kesesuaian kurva dengan model empiris Van Genuchten (VG). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Konservasi dan Fisika Tanah Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jember. Hasil pengukuran Tegangan air tanah menunjukkan tensiometer gips dan sensor GMS memiliki kesesuaian yang baik pada tekstur tanah yang digunakan, dengan korelasi pada tesktur klei (0,92), lom berklei (0,89) dan tekstur pasir (0,92). Pengukuran kadar air menggunakan sensor kapasitif dan metode gravimetri menunjukkan hasil korelasi yang baik (r = 0,9), namun berbeda signifikan (0,14) ketika semua tekstur digabungkan, disebabkan perbedaan kemampuan setiap tekstur tanah dalam mengikat air. Kurva retensi tensiometer – kapasitif menunjukkan nilai baik ketika di bandingkan dengan kurva GMS – Gravimetri dengan nilai RRMSE tekstur klei (12,8%), lom berklei (11,1%) dan tekstur pasir menunjukkan hasil cukup dengan nilai (27,4%). Pemodelan van Genuchten (vG) menghasilkan pendekatan kurva yang baik terhadap hasil pengukuran dengan simpangan hasil pengukuran dengan model diperoleh nilai RRMSE rendah sebesar klei (11,1) dan lom berklei (18,2%), pada tekstur sand (54,3) memiliki interpretasi yang lemah. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penentuan kurva retensi air tanah (Ѱ - θ) dari tensiometer gips dan kapasitif sensor memiliki pendekatan yang baik dengan GMS dan kadar air gravimetri serta menunjukkan nilai yang baik dengan pendekatan prediksi model vG pada tekstur klei dan lom berklei namun pada tekstur pasir menunjukkan nilai yang cukup berdasarkan kurva GMS – gravimteri dan nilai yang lemah pada prediksi model vG. | |
| dc.description.sponsorship | Dr. Ir. Cahyoadi Bowo | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/853 | |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian | |
| dc.subject | Tensiometer gips | |
| dc.subject | Sensor kapasitif | |
| dc.subject | Kurva retensi | |
| dc.title | Penetapan Kurva Retensi Air Tanah dengan Tensiometer di Laboratorium | |
| dc.type | Other |
