Hubungan Higiene Perorangan dengan Seroprevalensi Toksoplasmosis pada Ibu Hamil di Puskesmas Ajung, Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Toksoplasmosis merupakan penyakit zoonosis yang terjadi akibat infeksi
parasit Toxoplasma gondii. Infeksi T. gondii pada ibu hamil berisiko menyebabkan
toksoplasmosis kongenital pada janin. Penularan toksoplasmosis umumnya terjadi
melalui jalur oral, seperti konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi
ookista dari kotoran kucing (inang definitif). Oleh karena itu, higiene perorangan
dapat menjadi faktor risiko penyebab toksoplasmosis, terutama pada ibu hamil.
Kecamatan Ajung merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Jember dengan
angka kematian bayi yang relatif tinggi, sehingga toksoplasmosis kongenital diduga
berkontribusi terhadap kondisi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui karakteristik sosiodemografi, seroprevalensi toksoplasmosis, dan
hubungan antara higiene perorangan dengan seroprevalensi toksoplasmosis pada
ibu hamil di Puskesmas Ajung, Kabupaten Jember.
Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross
sectional yang dilaksanakan di Puskesmas Ajung, Kabupaten Jember. Pemeriksaan
serologis dilakukan di Laboratorium Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas
Jember pada bulan September hingga Desember 2025. Sampel penelitian ini adalah
serum darah ibu hamil trimester satu dan dua yang melakukan pemeriksaan
kesehatan di Puskesmas Ajung, Kabupaten Jember. Pengambilan sampel dilakukan
menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik consecutive
sampling. Data primer penelitian diperoleh melalui wawancara langsung
menggunakan kuesioner dan melalui pemeriksaan serologis ELISA, sedangkan
data sekunder diperoleh melalui buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Analisis data
menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat (uji spearman rank, chi
square, dan fisher’s exact ).
Hasil penelitian ini menunjukkan seroprevalensi toksoplasmosis pada ibu
hamil yang cukup tinggi, yaitu sebesar 94,5%. IgM positif sebanyak 33%, IgG
positif sebanyak 5,5%, dan positif IgM dan IgG sebesar 56%. Sebagian besar ibu
hamil di Puskesmas Ajung memiliki tingkat higiene perorangan baik, namun tidak
berhubungan dengan seroprevalensi toksoplasmosis (p-value < 0,05).
Berdasarkan hasil penelitian ini, higiene perorangan tidak terbukti menjadi
faktor risiko terjadinya toksoplasmosis pada ibu hamil di Puskesmas Ajung,
Kabupaten Jember. Tingkat higiene perorangan pada ibu hamil tergolong baik,
namun ditemukan angka seroprevalensi yang sangat tinggi. Terdapat kemungkinan
infeksi ini disebabkan oleh faktor risiko lain, sehingga diperlukan peningkatan
upaya pencegahan melalui edukasi mengenai toksoplasmosis, khususnya bagi
wanita dan ibu hamil.
Description
Reupload Repositori File 10 Juni 2026_Kholif Basri
:: Finalisasi Repositori File 10 Juni 2026_Kurnadi
