Pengaruh Akreditasi Terhadap Peningkatan Mutu Layanan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Abdoer Rahem Situbondo
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pascasarjana / Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat
Abstract
Akreditasi rumah sakit bertujuan menilai tingkat kepatuhan rumah sakit
berkaitan dengan standar pelayanan yang dianugerahkan oleh lembaga eksternal.
Proses ini menjadi sarana pengendalian mutu layanan. Akreditasi juga berfungsi
sebagai upaya peningkatan keselamatan pasien secara berkelanjutan. Merujuk
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2020 tentang
akreditasi rumah sakit, proses akreditasi adalah suatu kewajiban tiap rumah sakit
untuk melaksanakan dan dijadikan sistem untuk meningkatkan mutu nasional
secara holistik (Kementerian Kesehatan RI, 2022a). Penilaian akreditasi tidak
terbatas pada administrasi dokumen. Fokus utama terletak pada hasil atau
outcome berdasarkan standar minimal yang telah ditentukan. Akreditasi rumah
sakit memainkan peran strategis sebagai instrumen kebijakan formal untuk
menjamin komitmen rumah sakit terhadap standar kualitas nasional yang dinilai
secara objektif melalui Indikator Nasional Mutu (INM).
INM adalah instrumen pengukuran yang digunakan untuk menilai
kualitas layanan kesehatan yang diberikan. Instrumen ini diatur oleh Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30
Tahun 2022 dan bertujuan untuk memantau, mengevaluasi, dan meningkatkan
kualitas layanan yang diberikan oleh rumah sakit secara berkelanjutan
(Kementerian Kesehatan RI, 2022a). Korelasi antara akreditasi dan indikator
pengukuran kualitas cukup erat, di mana rumah sakit yang terakreditasi
diharapkan mencapai pencapaian yang lebih tinggi pada indikator pengukuran
kualitas - hal ini berkaitan dengan area keselamatan pasien, efektivitas layanan,
responsivitas, dan efisiensi penyampaian layanan. INM adalah tolak ukur penting
dan berfungsi mengukur kualitas pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan. INM
digunakan untuk mengevaluasi seberapa baik pelayanan kesehatan di fasilitas
tersebut telah dilaksanakan dan dipraktikkan. Ketidaktercapaian mencapai
ambang batas INM berpotensi menurunkan kualitas pelayanan. Pencapaian target
INM tidak hanya kewajiban administratif, tetapi juga fondasi penting dalam
mewujudkan layanan kesehatan yang efektif dan aman bagi pasien.
Description
Reupload Repositori File 09 Juni 2026_Kholif Basri
