Pengaruh Akreditasi Terhadap Peningkatan Mutu Layanan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Abdoer Rahem Situbondo
| dc.contributor.author | Ria Femiliana | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-09T03:27:36Z | |
| dc.date.issued | 2025-11-27 | |
| dc.description | Reupload Repositori File 09 Juni 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Akreditasi rumah sakit bertujuan menilai tingkat kepatuhan rumah sakit berkaitan dengan standar pelayanan yang dianugerahkan oleh lembaga eksternal. Proses ini menjadi sarana pengendalian mutu layanan. Akreditasi juga berfungsi sebagai upaya peningkatan keselamatan pasien secara berkelanjutan. Merujuk Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2020 tentang akreditasi rumah sakit, proses akreditasi adalah suatu kewajiban tiap rumah sakit untuk melaksanakan dan dijadikan sistem untuk meningkatkan mutu nasional secara holistik (Kementerian Kesehatan RI, 2022a). Penilaian akreditasi tidak terbatas pada administrasi dokumen. Fokus utama terletak pada hasil atau outcome berdasarkan standar minimal yang telah ditentukan. Akreditasi rumah sakit memainkan peran strategis sebagai instrumen kebijakan formal untuk menjamin komitmen rumah sakit terhadap standar kualitas nasional yang dinilai secara objektif melalui Indikator Nasional Mutu (INM). INM adalah instrumen pengukuran yang digunakan untuk menilai kualitas layanan kesehatan yang diberikan. Instrumen ini diatur oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2022 dan bertujuan untuk memantau, mengevaluasi, dan meningkatkan kualitas layanan yang diberikan oleh rumah sakit secara berkelanjutan (Kementerian Kesehatan RI, 2022a). Korelasi antara akreditasi dan indikator pengukuran kualitas cukup erat, di mana rumah sakit yang terakreditasi diharapkan mencapai pencapaian yang lebih tinggi pada indikator pengukuran kualitas - hal ini berkaitan dengan area keselamatan pasien, efektivitas layanan, responsivitas, dan efisiensi penyampaian layanan. INM adalah tolak ukur penting dan berfungsi mengukur kualitas pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan. INM digunakan untuk mengevaluasi seberapa baik pelayanan kesehatan di fasilitas tersebut telah dilaksanakan dan dipraktikkan. Ketidaktercapaian mencapai ambang batas INM berpotensi menurunkan kualitas pelayanan. Pencapaian target INM tidak hanya kewajiban administratif, tetapi juga fondasi penting dalam mewujudkan layanan kesehatan yang efektif dan aman bagi pasien. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Prof. Dr. drg.Sri Hernawati, M.Kes. Dosen Pembimbing Anggota: Dr.drg.Yuliana Mahdiyah Daat Arina M.Kes. | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/8359 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Pascasarjana / Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat | |
| dc.subject | Akreditasi | |
| dc.subject | rumah sakit | |
| dc.subject | tingkat kepatuhan | |
| dc.subject | standar pelayanan | |
| dc.title | Pengaruh Akreditasi Terhadap Peningkatan Mutu Layanan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Abdoer Rahem Situbondo | |
| dc.type | Other |
