Gambaran Faktor Risiko Keluhan de Quervain Syndrome pada Pekerja Pengolahan Tapai Singkong di Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Sindrom de Quervain merupakan peradangan kronis berupa nyeri pada
selubung otot extensor pollicis brevis (EPB) dan abductor pollicis longus (APL)
(Suryani, 2018). Penggunaan sendi di sekitar ibu jari dan pergelangan tangan secara
berlebihan dapat berdampak pada munculnya nyeri dan inflamasi (Adiputra &
Rahman, 2021). Kondisi de Quervain bahkan berujung pada hilangnya 2 juta hari
kerja per tahun di negara maju (Badri, 2023). Hal ini umum terjadi di seluruh
populasi tenaga kerja di dunia dengan prevalensi mencapai 0,7%-36% (Ramdan et
al., 2022). Pekerja pengolahan tapai singkong membutuhkan berbagai gerakan
repetitif dalam aktivitas kerjanya, terutama pada proses pengupasan singkong,
pembersihan serat, peragian, dan pengemasan. Aktivitas repetitif tersebut dapat
memicu timbulnya keluhan de Quervain pada pekerja. Bila tidak segera ditangani,
pekerja dapat merasakan kebas dan kekakuan otot parah yang berujung pada
keterbatasan gerak untuk beraktivitas dan kecacatan (Naim & Wahyuni, 2024:230).
Konsekuensi lainnya berupa kehilangan waktu kerja, peningkatan absenteeism, dan
penurunan produktivitas kerja (Williams et al., 2024:72). Terdapat beberapa faktor
risiko dari sindrom de Quervain, yakni faktor individu seperti usia, jenis kelamin,
dan indeks massa tubuh (IMT), serta faktor pekerjaan berupa masa kerja, durasi
kerja, dan repetitive motion (Fitriana et al., 2024:46). Dengan demikian, penelitian
ini bertujuan mengkaji gambaran faktor risiko berupa faktor individu dan pekerjaan
dari keluhan de Quervain syndrome pada pekerja industri pengolahan tapai
singkong di Kabupaten Jember.
Metode penelitian yang digunakan mengaplikasikan jenis penelitian
kuantitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian bertempat pada industri
pengolahan tapai singkong A, B, C, dan D di Kabupaten Jember. Waktu penelitian
dimulai dari Desember 2024 hingga April 2025. Populasi penelitian berupa total
pekerja dari keempat industri sejumlah 35 orang dengan penerapan teknik total
sampling untuk dijadikan sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui teknik
wawancara dan observasi menggunakan bathroom scale, microtoise, Visual
Analogue Scale for Pain (VAS), Assessment of Repetitive Tasks (ART) tools for
upper limbs, dan kuesioner penelitian. Data akan dianalisis secara deskriptif dan
dikaji menggunakan crosstabs sebelum disajikan menggunakan tabel dan narasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih banyak pekerja yang memiliki
usia 25-34 tahun (45,7%), berjenis kelamin laki-laki (77,1%), dan memiliki IMT
normal (68,6%). Berdasarkan faktor pekerjaan, sebagian besar pekerja telah bekerja
selama ≤ 5 tahun (71,4%), memiliki durasi kerja > 8 jam/hari (51,4%), dan
melakukan repetitive motion > 20 kali/menit (85,7%). Keluhan de Quervain lebih
banyak dialami oleh pekerja pada tangan kanan (65,7%) dengan gejala yang muncul
berupa nyeri saat bergerak di area pangkal ibu jari hingga pergelangan tangan.
Proporsi keluhan de Quervain pada tangan kanan berdasarkan faktor individu
sebagian besar dirasakan oleh pekerja berusia ≥ 55 tahun (100%), berjenis kelamin
perempuan (87,5%), serta memiliki IMT gemuk tingkat berat (100%). Sementara
itu, proporsi keluhan berdasarkan faktor pekerjaan lebih banyak dirasakan oleh
pekerja dengan masa kerja > 5 tahun (70%), bekerja > 8 jam/hari (66,7%), serta
melakukan repetitive motion sebanyak > 20 kali/menit (70%).
Saran dari peneliti bagi pemilik industri ialah pemilik dapat mengatur shift
antarpekerja, atau pemberian edukasi dan pengawasan terhadap postur kerja
masing-masing pekerja. Bagi pekerja, disarankan untuk melakukan peregangan di
sela-sela pergantian proses kerja, memperhatikan postur kerja tubuh bagian atas,
serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika mengalami nyeri yang memburuk
di area ibu jari dan pergelangan tangan. Selain itu, peneliti selanjutnya sebaiknya
dapat melakukan Finkelstein’s test untuk mengukur keluhan de Quervain secara
objektif agar didapat hasil data yang lebih akurat dan mencari signifikansi
hubungan antarvariabel pada faktor risiko keluhan de Quervain.
Description
Reuploud Repository hasyim Juni 2026
Validasi file repositori 8 Juni 2026_Magang SP_(Tirta)_Firli
