Tuturan Emotif Cosplayer dalam Anime One Piece Gear 5 di Kota Malang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS ILMU BUDAYA
Abstract
Penelitian ini berfokus pada fenomena tuturan emotif yang diadopsi oleh
para cosplayer penggemar anime One Piece Gear 5 di Kota Malang. Latar
belakang penelitian didasarkan pada pengaruh besar budaya populer Jepang,
terutama anime, terhadap komunitas anak muda di Indonesia termasuk dalam
penggunaan bahasa sehari-hari. One Piece sebagai salah satu anime terpopuler,
tidak hanya memengaruhi gaya berpakaian dan perilaku, tetapi juga pilihan diksi
dan tuturan para penggemarnya.
Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup tiga poin utama: (1)
bagaimana bentuk tuturan emotif yang diadopsi oleh cosplayer dari anime One
Piece Gear 5, (2) faktor-faktor apa saja yang memengaruhi penggunaan diksi dari
anime tersebut, serta (3) dampak dari penggunaan tuturan emotif terhadap para
cosplayer tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tuturan
emotif tersebut, mengidentifikasi faktor yang melatarbelakanginya, dan
mengevaluasi dampaknya terhadap para pelaku cosplay di Kota Malang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif
dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif,
wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian adalah cosplayer
aktif di Kota Malang yang pernah memerankan karakter dari anime One Piece
Gear 5, khususnya karakter utama seperti Monkey D. Luffy. Analisis data
dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tuturan emotif yang diadopsi
cosplayer mencakup ekspresi-ekspresi khas karakter anime, seperti kata seru,
ungkapan semangat, dan diksi khas seperti “Gomu gomu no fussen!” atau
“Kaizoku oni ore wa naru”. Tuturan tersebut digunakan tidak hanya saat kegiatan
cosplay berlangsung, tetapi juga dalam interaksi sosial sehari-hari di komunitas
mereka. Penggunaan tuturan tersebut mencerminkan perasaan semangat,
kebahagiaan, dan keberanian yang identik dengan karakter dalam anime tersebut.
Adapun faktor yang memengaruhi penggunaan tuturan emotif ini antara lain
adalah identifikasi karakter, intensitas menonton anime, lingkungan sosial yang
mendukung (komunitas cosplay), serta media sosial yang memperkuat penyebaran
bahasa anime. Selain itu, faktor psikologis seperti kebutuhan akan ekspresi diri
dan pencarian identitas juga menjadi pendorong penting bagi cosplayer dalam
mengadopsi tuturan emotif dari karakter yang mereka perankan.
Dampak dari penggunaan tuturan emotif ini cukup beragam. Secara positif,
penggunaan diksi anime mempererat hubungan antaranggota komunitas,
meningkatkan kepercayaan diri, serta memberi ruang untuk kreativitas dalam
mengekspresikan emosi. Namun, secara negatif, ada kemungkinan terjadinya
miskomunikasi saat tuturan tersebut dibawa ke luar komunitas, karena tidak
semua orang memahami konteksnya. Selain itu, ketergantungan terhadap karakter
dan diksi fiksi dapat menimbulkan keterikatan emosional yang berlebihan.
Description
Reuploud Repository hasyim Juni 2026
validasi repository Juni 2026_andin_firli
