Tuturan Emotif Cosplayer dalam Anime One Piece Gear 5 di Kota Malang

dc.contributor.authorExsanti Eolia Putri
dc.date.accessioned2026-06-03T07:51:21Z
dc.date.issued2025-06-09
dc.descriptionReuploud Repository hasyim Juni 2026 validasi repository Juni 2026_andin_firli
dc.description.abstractPenelitian ini berfokus pada fenomena tuturan emotif yang diadopsi oleh para cosplayer penggemar anime One Piece Gear 5 di Kota Malang. Latar belakang penelitian didasarkan pada pengaruh besar budaya populer Jepang, terutama anime, terhadap komunitas anak muda di Indonesia termasuk dalam penggunaan bahasa sehari-hari. One Piece sebagai salah satu anime terpopuler, tidak hanya memengaruhi gaya berpakaian dan perilaku, tetapi juga pilihan diksi dan tuturan para penggemarnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup tiga poin utama: (1) bagaimana bentuk tuturan emotif yang diadopsi oleh cosplayer dari anime One Piece Gear 5, (2) faktor-faktor apa saja yang memengaruhi penggunaan diksi dari anime tersebut, serta (3) dampak dari penggunaan tuturan emotif terhadap para cosplayer tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tuturan emotif tersebut, mengidentifikasi faktor yang melatarbelakanginya, dan mengevaluasi dampaknya terhadap para pelaku cosplay di Kota Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian adalah cosplayer aktif di Kota Malang yang pernah memerankan karakter dari anime One Piece Gear 5, khususnya karakter utama seperti Monkey D. Luffy. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tuturan emotif yang diadopsi cosplayer mencakup ekspresi-ekspresi khas karakter anime, seperti kata seru, ungkapan semangat, dan diksi khas seperti “Gomu gomu no fussen!” atau “Kaizoku oni ore wa naru”. Tuturan tersebut digunakan tidak hanya saat kegiatan cosplay berlangsung, tetapi juga dalam interaksi sosial sehari-hari di komunitas mereka. Penggunaan tuturan tersebut mencerminkan perasaan semangat, kebahagiaan, dan keberanian yang identik dengan karakter dalam anime tersebut. Adapun faktor yang memengaruhi penggunaan tuturan emotif ini antara lain adalah identifikasi karakter, intensitas menonton anime, lingkungan sosial yang mendukung (komunitas cosplay), serta media sosial yang memperkuat penyebaran bahasa anime. Selain itu, faktor psikologis seperti kebutuhan akan ekspresi diri dan pencarian identitas juga menjadi pendorong penting bagi cosplayer dalam mengadopsi tuturan emotif dari karakter yang mereka perankan. Dampak dari penggunaan tuturan emotif ini cukup beragam. Secara positif, penggunaan diksi anime mempererat hubungan antaranggota komunitas, meningkatkan kepercayaan diri, serta memberi ruang untuk kreativitas dalam mengekspresikan emosi. Namun, secara negatif, ada kemungkinan terjadinya miskomunikasi saat tuturan tersebut dibawa ke luar komunitas, karena tidak semua orang memahami konteksnya. Selain itu, ketergantungan terhadap karakter dan diksi fiksi dapat menimbulkan keterikatan emosional yang berlebihan.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Dr. Asrumi, M. Hum. Dosen Pembimbing Anggota : Dr. Agustina Dewi Setyari, S. S., M. Hum.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/7850
dc.language.isoother
dc.publisherFAKULTAS ILMU BUDAYA
dc.subjectAnime One Piece
dc.subjectTuturan Emotif
dc.titleTuturan Emotif Cosplayer dalam Anime One Piece Gear 5 di Kota Malang
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Exsanti Eolia Putri - 200110201078 (1).pdf
Size:
804.07 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: