Kebijakan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie Dalam Menghapus Dwifungsi ABRI Tahun 1998-1999.
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Kondisi Perpolitikan di Indonesia pada masa awal reformasi dapat
dikatakan tidak kondusif. Demontrasi terjadi di Jakarta hingga kota-kota besar
lainnya yang seringkali menimbulkan kerusuhan. Demontrasi ini diadakan oleh
mahasiswa dan masyarakat Indonesia yang bertujuan untuk menuntut agar
pemerintah segera melakukan reformasi. Salah satu tuntutan reformasi yang
disuarakan oleh mahasiswa adalah menghapus Dwifungsi ABRI. Bacharuddin
Jusuf Habibie, selaku presiden yang menggantikan kepemimpinan Presiden
Soeharto dituntut untuk segera memenuhi tuntutan tersebut. Tujuan penelitian ini
adalah untuk menganalisis penyebab Presiden B.J. Habibie mengeluarkan
kebijakan untuk menghapus Dwifungsi ABRI di Indonesia pada tahun 1998, untuk
menganalisis penerapan kebijakan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie dalam
menghapus Dwifungsi ABRI pada tahun 1998-1999, dan untuk menganalisis
dampak dari kebijakan yang dikeluarkan Presiden B.J. Habibie dalam menghapus
Dwifungsi ABRI pada tahun 1998-1999. Penelitian ini menggunakan metode
penelitian sejarah yang terdiri dari; 1) heuristik; 2) kritik; 3) interpretasi; 4)
historiografi. Hasil penelitian skripsi ini menunjukkan bahwa penyebab Presiden
B.J. Habibie mengeluarkan kebijakan menghapus Dwifungsi ABRI yaitu adanya
tuntutan reformasi yang disalurkan melalui demontrasi mahasiswa, pertemuan antar
tokoh reformasi, dan survey yang dilakukan oleh beberapa media nasional,
perluasan peran sosial politik ABRI di bidang legislatif, eksekutif, dan Partai
Golkar, serta kondisi sosial politik yang saat itu tidak kondusif. Penerapan
kebijakan Presiden B.J. Habibie dalam menghapus Dwifungsi ABRI adalah
mengurangi kuota kursi parlemen bagi fraksi ABRI dari 75 orang menjadi 38 orang,
netralitas ABRI dalam proses pelaksanaan pemilihan umum tahun 1999, dan
Pemisahan Kepolisian dari ABRI yang nantinya berdampak kepada pembenahan
manajemen internal ABRI. Kebijakan yang dikeluarkan oleh Presiden Bacharuddin
Jusuf Habibie dalam waktu singkat dapat menghilangkan peran sosial politik ABRI
secara bertahap dan menjadi titik awal dari menghapus Dwifungsi ABRI di
Indonesia.
Description
Reupload Repository Mei 2026
:: Finalisasi Repositori File 19 Mei 2026_Kurnadi
