Penggunaan Metode Entry Age Normal Untuk Menghitung Pembiayaan Dana Pensiun Pada Program Pensiun-Normal Menggunakan Suku Bunga Cox-Ingersoll-Ross (CIR)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pembiayaan dana pensiun memiliki dua pokok utama yaitu perhitungan
iuran normal dan kewajiban aktuaria. Iuran normal merupakan iuran yang harus
dibayarkan peserta kepada perusahaan selama mereka masih aktif bekerja.
Kewajiban aktuaria merupakan besar tanggungan atau cadangan manfaat yang
harus disediakan perusahaan untuk memenuhi pembayaran manfaat pensiun
peserta. Besarnya iuran normal dan kewajiban aktuaria dihitung berdasarkan besar
manfaat yang akan diterima peserta ketika memasuki usia pensiun.
Perhitungan iuran normal dan kewajiban aktuaria dilakukan menggunakan
beberapa metode, salah satunya metode Entry Age Normal (EAN). Pada metode
ini, nilai sekarang manfaat pensiun yang akan datang sama dengan nilai sekarang
iuran normal yang akan datang pada usia masuk kepesertaan. Perhitungan iuran
normal dan kewajiban aktuaria umumnya menggunakan suku bunga konstan.
Perhitungan menggunakan suku bunga stokastik dapat dilakukan, salah satunya
dengan menggunakan suku bunga Cox-Ingersoll-Ross (CIR). Suku bunga CIR
merupakan suku bunga stokastik yang menjamin tingkat suku bunga tidak bernilai
negatif Penelitian ini berisi tentang perhitungan iuran normal dan kewajiban
aktuaria menggunakan metode EAN dengan suku bunga CIR pada program
pensiun-normal. Data yang digunakan adalah rata-rata rate BI tahun 2005-2018
dan Tabel Mortalita Taspen 2012. Selain menghitung iuran normal dan kewajiban
aktuaria dengan suku bunga CIR, dilakukan pula perhitungan menggunakan suku
bunga konstan. Hasil dari kedua perhitungan tersebut kemudian dibandingkan.
Hasil penelitian yang diperoleh yaitu nilai iuran normal menggunakan
suku bunga konstan dan suku bunga CIR nilainya tetap untuk setiap tahunnya.
Nilai iuran normal menggunakan suku bunga CIR lebih besar dibandingkan iuran
normal dengan suku bunga konstan. Nilai iuran normal yang lebih besar saat
menggunakan suku bunga CIR memiliki arti bahwa peserta harus membayar total
iuran yang lebih besar untuk manfaat pensiun yang sama. Pada perhitungan
menggunakan suku bunga CIR, nilai kewajiban aktuaria yang diperoleh lebih
tinggi dibandingkan kewajiban aktuaria dengan suku bunga konstan. Nilai
kewajiban aktuaria yang lebih tinggi menyebabkan perusahaan harus
menyediakan cadangan manfaat yang lebih besar dengan melakukan investasi
yang lebih besar. Penggunaan suku bunga CIR pada perhitungan kewajiban
aktuaria memungkinkan perusahaan memperoleh keuntungan yang lebih besar
melalui investasi, namun resiko investasi yang harus ditanggung perusahaan juga
menjadi lebih tinggi dibandingkan saat menggunakan suku bunga konstan.
Description
Reupload Repositori File 05 Mei 2026_Kholif Basri
Finalisasi Repositori File 12 Mei 2026_Kurnadi
