Penggunaan Metode Entry Age Normal Untuk Menghitung Pembiayaan Dana Pensiun Pada Program Pensiun-Normal Menggunakan Suku Bunga Cox-Ingersoll-Ross (CIR)
| dc.contributor.author | Ghea Destyan Wardana | |
| dc.date.accessioned | 2026-05-12T02:07:00Z | |
| dc.date.issued | 2020-01 | |
| dc.description | Reupload Repositori File 05 Mei 2026_Kholif Basri Finalisasi Repositori File 12 Mei 2026_Kurnadi | |
| dc.description.abstract | Pembiayaan dana pensiun memiliki dua pokok utama yaitu perhitungan iuran normal dan kewajiban aktuaria. Iuran normal merupakan iuran yang harus dibayarkan peserta kepada perusahaan selama mereka masih aktif bekerja. Kewajiban aktuaria merupakan besar tanggungan atau cadangan manfaat yang harus disediakan perusahaan untuk memenuhi pembayaran manfaat pensiun peserta. Besarnya iuran normal dan kewajiban aktuaria dihitung berdasarkan besar manfaat yang akan diterima peserta ketika memasuki usia pensiun. Perhitungan iuran normal dan kewajiban aktuaria dilakukan menggunakan beberapa metode, salah satunya metode Entry Age Normal (EAN). Pada metode ini, nilai sekarang manfaat pensiun yang akan datang sama dengan nilai sekarang iuran normal yang akan datang pada usia masuk kepesertaan. Perhitungan iuran normal dan kewajiban aktuaria umumnya menggunakan suku bunga konstan. Perhitungan menggunakan suku bunga stokastik dapat dilakukan, salah satunya dengan menggunakan suku bunga Cox-Ingersoll-Ross (CIR). Suku bunga CIR merupakan suku bunga stokastik yang menjamin tingkat suku bunga tidak bernilai negatif Penelitian ini berisi tentang perhitungan iuran normal dan kewajiban aktuaria menggunakan metode EAN dengan suku bunga CIR pada program pensiun-normal. Data yang digunakan adalah rata-rata rate BI tahun 2005-2018 dan Tabel Mortalita Taspen 2012. Selain menghitung iuran normal dan kewajiban aktuaria dengan suku bunga CIR, dilakukan pula perhitungan menggunakan suku bunga konstan. Hasil dari kedua perhitungan tersebut kemudian dibandingkan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu nilai iuran normal menggunakan suku bunga konstan dan suku bunga CIR nilainya tetap untuk setiap tahunnya. Nilai iuran normal menggunakan suku bunga CIR lebih besar dibandingkan iuran normal dengan suku bunga konstan. Nilai iuran normal yang lebih besar saat menggunakan suku bunga CIR memiliki arti bahwa peserta harus membayar total iuran yang lebih besar untuk manfaat pensiun yang sama. Pada perhitungan menggunakan suku bunga CIR, nilai kewajiban aktuaria yang diperoleh lebih tinggi dibandingkan kewajiban aktuaria dengan suku bunga konstan. Nilai kewajiban aktuaria yang lebih tinggi menyebabkan perusahaan harus menyediakan cadangan manfaat yang lebih besar dengan melakukan investasi yang lebih besar. Penggunaan suku bunga CIR pada perhitungan kewajiban aktuaria memungkinkan perusahaan memperoleh keuntungan yang lebih besar melalui investasi, namun resiko investasi yang harus ditanggung perusahaan juga menjadi lebih tinggi dibandingkan saat menggunakan suku bunga konstan. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Dr. Mohamat Fatekurohman, S.Si., M.Si. Dosen Pembimbing Anggota : Dian Anggraeni, S.Si., M.Si. | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/7258 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Pembiayaan | |
| dc.subject | dana pensiun | |
| dc.subject | perhitungan iuran normal | |
| dc.subject | dan kewajiban aktuaria | |
| dc.title | Penggunaan Metode Entry Age Normal Untuk Menghitung Pembiayaan Dana Pensiun Pada Program Pensiun-Normal Menggunakan Suku Bunga Cox-Ingersoll-Ross (CIR) | |
| dc.type | Other |
