Pengembangan Model Pembelajaran Speed (Stimulation, Practice, Elaboration, And Discussion) Terhadap Peningkatan Metakognitif Dan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Biologi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pendidikan adalah suatu hal yang sangat penting dalam perkembangan
suatu negara. Perkembangan pendidikan yang baik akan mendorong suatu negara
mencapai perkembangan yang optimal. Metakognitif adalah salah satu dari
banyak hal penting yang diperlukan untuk membentuk siswa yang berkualitas.
Kecakapan metakognitif yang tinggi akan membuat siswa menjadi pebelajar
mandiri (self-regulated learner) yang memungkinkan siswa dapat
mengembangkan pemahaman konsepnya. Upaya yang dapat digunakan untuk
mengembangkan metakognitif siswa adalah dengan melakukan pembelajaran
yang mampu memberikan pengalaman belajar yang kompleks. Salah satu
pendekatan dan model pembelajaran yang dapat digunakan untuk
mengembangkan metakognitif siswa adalah pendekatan Inquiri dan model
pembelajaran Learning Community. Melihat hal tersebut maka diperlukan adanya
pengembangan model pembelajaran Learning Community yang berorientasi pada
Inquiry sehingga diperoleh pembelajaran transdisipliner yang
mampu
memberikan pengalaman belajar yang kompleks dan berpotensi untuk
meningkatkan pemahaman, nilai (value), sikap, keterampilan, dan metakognitif
yang kemudian dikenal dengan model pembelajaran Stimulation, Practice,
Elaboration, and Discussion (SPeED).
Penelitian pengembangan (Research and Development) yang dilakukan
dalam mengembangkan model pembelajaran SPeED menggunakan model
penelitian dan pengembangan Thiagarajan (1974) yaitu model 4-D dengan rincian
tahapan sebagai berikut pendefinisian (define), perancangan (design),
pengembangan (develop), and penyebaran (disseminate). Penelitian ini
dilaksanakan pada tahun ajaran 2020-2021 kelas XI MIPA di beberapa SMA di
Kabupaten Jember pada pelajaran Biologi materi sistem pencernaan. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengkaji model pembelajaran SPeED yang valid,
efektif, dan praktis untuk meningkatkan metakognitif dan hasil belajar siswa
Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran SPeED adalah
pembelajaran valid, efektif, dan praktis. Kevalidan model pembelajaran SPeED
didasarkan dari penilaian validator terhadap produk-produk yang dikembangan
dalam model pembelajaran SPeED. Rerata seluruh validasi mendapatkan skor
97,22% yang telah mencapai kategori sangat valid. Keefektifan model
pembelajaran SPeED pada hasil belajar kognitif dilihat dari rerata N-gain. Rerata
N-gain pada suluruh pengujian adalah 0,79. Keefektifan model pembelajaran
SPeED pada metakognitif dilihat dari hasil tes Metacognitive Awardness
Inventory (MAI). Hasil tes MAI pada setiap pengujian menunjukkan bahwa
adanya peningkatan pencapaian metakognitif siswa setelah pembelajaran.
Kepraktisan model pembelajaran SPeED didasarkan dari skor keterlaksanaan
pembelajaran, respon guru, serta respon siswa. Rerata kepraktisan berdasarkan
keterlaksanaan pembelajaran adalah 85,25%. Rerata kepraktisan berdasarkan
respon guru adalah 92,66%. Rerata kepraktisan berdasarkan respon guru adalah
87,44%. Adapun saran peneliti yang dapat digunakan sebagai pertimbangan
dilaksanakannya model pembelajaran SPeED berdasarkan data yang diperoleh
dari hasil penelitian dan pembahasan yang diantaranya adalah untuk merancang
praktikum yang mudah dan memungkinkan dilakukan secara daring maupun
luring serta mengembangkan Jumping Task yang memberikan kesempatan siswa
untuk berpikir lebih dalam dan kompleks. Hal ini dikarenakan dengan pemilihan
kegiatan dan soal Jumping Task yang tepat akan dapat mengoptimalkan
pengalaman belajar siswa sesuai yang diharapkan.
Description
Reupload Repositori File 11 Mei 2026_Kholif Basri
