Self-Label pada Remaja Gay dengan Perilaku Seksual Berisiko terhadap Penularan IMS dan HIV-AIDS (Studi Kualitatif di Kabupaten Jember)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Self label adalah pelabelan terhadap diri sendiri dikalangan gay sebagai
top atau bottom guna mengkomunikasikan selera anal seks mereka. Dalam
kehidupan gay, terdapat tiga self-label, yaitu top, bottom dan versatile. Top adalah
laki-laki yang mempunyai perilaku IAI (Insertive Anal Intercourse) dalam
berhubungan seksual, selain itu top juga berperan sebagai seorang suami yang
tugasnya adalah menyayangi, bersikap hangat, memberikan perhatian dan
membuat seorang bottom nyaman saat berada disampingnya. Bottom adalah lakilaki
yang mempunyai perilaku RAI (Receptive Anal Intercouse) dalam
berhubungan seksual, selain itu bottom juga berperan sebagai seorang istri yang
akan merasa senang dan nyaman jika mendapatkan perhatian dan kasih sayang
dari seorang top. Versatile adalah seorang gay yang mempunyai sifat top dan
bottom tergantung dari situasi yang mereka hadapi. Penularan IMS dan HIVAIDS
juga
tidak
lepas
dari
self-label
menjadi
top
maupun
bottom.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dominick (2008), bottom lebih
berisiko terkena HIV-AIDS daripada top. Hal tersebut berkaitan dengan perilaku
seksual RAI dan IAI yang dilakukan oleh top dan bottom. Bottom yang dalam
melakukan hubungan seksual melalui anal akan sangat berisiko terlukanya anal
bottom karena jaringan mukosa pada anal sangat tipis sehingga sangat rentang
untuk tergores dan luka sehingga risiko untuk penularan IMS dan HIV-AIDS
sangat besar terjadi pada bottom, apalagi jika hubungan seksual yang dilakukan
tanpa adanya pengaman. Tujuan penelitian untuk menganalisis self-label pada
remaja gay dengan perilaku seksual berisiko terhadap penularan IMS dan HIVAIDS
di Kabupaten Jember dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian ditentukan dengan purposive dengan kriteria remaja
gay yang pernah berpacaran dan melakukan hubungan seksual dengan laki-laki.
Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Data
yang diperoleh disajikan dalam bentuk narasi dan kutipan langsung dari informan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penularan IMS dan HIV-AIDS juga
mempunyai hubungan dengan interaksi simbolik mind dan self. Seseorang yang
merasa kurang perhatian, kasih sayang dan cinta dari orang lain akan mencari hal
tersebut pada orang lain, jika satu orang kurang bisa memberikan cinta dan kasih
sayang, maka mereka akan mencari kasih sayang pada orang kedua, ketiga dan
seterusnya sehingga sangat berisiko terhadap penularan IMS dan HIV-AIDS.
Selain itu, remaja gay bottom lebih menerima keadaan diri mereka sebagai gay
(identity achievement) daripada remaja gay top yang masih ragu dan belum
menerima keadaan diri mereka sebagai gay (identity moratorium). Seorang bottom
lebih berisiko terkena IMS dan HIV-AIDS karena seorang bottom melakukan
hubungan seksual yang bersifat RAI dimana anal mempunyai lapisan mukosa
yang tipis dan mudah sekali luka dan tergores sehingga hal itu akan sangat
memudahkan masuknya virus IMS maupun HIV-AIDS. Oleh karena itu, seorang
bottom lebih berisiko terkena IMS dan HIV-AIDS daripada seorang top. Remaja
gay top maupun bottom merasa lebih nyaman berinteraksi dengan sesama gay
karena mereka merasa adanya satu pemikiran dan satu nasib dengan teman-teman
gay. Saat berinteraksi dengan masyarakat, remaja gay top dan bottom
menyembunyikan dan menjaga identitas mereka agar privacy mereka tidak
ketahuan oleh masyarakat.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah remaja gay top maupun gay bottom
sangat berisiko tertular IMS maupun HIV-AIDS terkait dengan perilaku seksual
yang mereka lakukan. Selain itu, remaja gay bottom lebih cenderung melakukan
interaksi simbolik berupa mind (pikiran), sedangkan interaksi simbolik self (diri)
dilakukan oleh remaja gay top maupun bottom. Selain itu, remaja gay bottom
lebih menerima keadaan diri mereka sebagai gay (identity achievement) daripada
remaja gay top yang masih ragu dan belum menerima keadaan diri mereka
sebagai gay (identity moratorium). Remaja gay top mempunyai ciri-ciri fisik yang
Description
reupload file repositori 14 april 2026_kurnadi/fani
