Peta Bakteri dan Sensitivitas terhadap Antibiotik pada Pasien Pneumonia di RSD dr. Soebandi Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Pneumonia adalah peradangan yang mengenai parenkim paru, distal dari
bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius, dan alveoli, serta
menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan gangguan pertukaran gas setempat
yang dapat disebabkan karena infeksi bakteri, virus, maupun jamur. Berdasarkan
asal patogennya, pneumonia dibedakan menjadi Community Acquired Pneumonia
(CAP) dan Hospital Acquired Pneumonia (HAP), baik dengan ventilator
Ventilator Associated Pneumonia (VAP) atau non-ventilator. Terapi pneumonia
dapat diberikan antibiotik, yang terdiri dari terapi empiris dan terapi definitif.
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan
peningkatan prevalensi pneumonia berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan di
Indonesia meningkat dari tahun 2013, yaitu 1,6% menjadi 2,0%. Peta bakteri
bermanfaat untuk mengetahui jenis bakteri, resistensi terhadap antibiotik, serta
sebagai dasar penentuan terapi empiris untuk pasien. RSD dr. Soebandi Jember
belum memiliki peta bakteri dan sensitivitas terhadap antibiotik pada pasien
pneumonia, sehingga pada penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan bakteri
penyebab dan sensitivitas bakteri terhadap antibiotik pada pasien pneumonia.
Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif. Data
pada penelitian ini menggunakan data primer hasil kultur sputum dari
Laboratorium Patologi Klinik dan data sekunder dari rekam medis pasien. Data
diambil dari sputum pasien dengan diagnosis pneumonia pada bulan September
hingga Oktober 2019.
Hasil penelitian ini didapatkan 18 sampel. Terdapat 10 jenis bakteri
penyebab pneumonia pada penelitian ini yaitu Acinetobacter baumanii, Klebsiella
pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, Enterobacter aerogenes, Bukholderia
cepacia, Pseudomonas fluorescens, Salmonella arizonae, Klebsiella terrigena,
Escherichia coli, dan Pantoea spp. Penyebab pneumonia terbanyak dalam
penelitian ini adalah A. baumanii (22%) dan K. pneumoniae (17%). Antibiotik
dengan sensitivitas tertinggi pada sampel CAP adalah levofloksasin, amikasin dan
tobramisin, sedangkan resistensi tertinggi terdapat pada ampisilin, sefotaksim,
seftazidim, sefiksim, seftriakson, dan aztreonam. Antibiotik dengan sensitivitas
tertinggi pada sampel VAP adalah amikasin, meropenem, piperasilin-tazobaktam,
sedangkan resistensi tertinggi terdapat pada sefiksim, sefotaksim, dan seftriakson.
Description
Reupload file repositori 9 april 2026 agus/dea
