Pengaruh Penggunaan Fly Ash Kelas C terhadap Karakteristik Beton Normal dengan Campuran Serat Polipropilena dari Limbah Karung Plastik
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Sebagaimana telah umum diketahui, beton merupakan bahan konstruksi
yang memiliki kekuatan tinggi dalam menahan tekanan namun lemah dalam
menahan tarikan. Beton bersifat getas yang membuatnya menjadi kurang daktail
sehingga dapat menimbulkan keretakan pada beton. Salah satu upaya yang dapat
dilakukan untuk mengimbangi kekuatan tarik beton adalah dengan menambahkan
serat terputus-putus yang disebarkan merata dalam campuran beton. Beton ini
disebut dengan beton serat atau Fiber-Reinforced Concrete (FRC). Penambahan
serat pada beton akan membantu menahan retakan-retakan kecil sebelum menjadi
retakan yang lebih besar. Namun, penambahan serat menyebabkan workability
beton segar menurun sebagaimana terjadi padad penelitian terdahulu (Khairizal et
al., 2015). Sementara karakteristik beton yang baik dilihat dari kondisi beton saat
masih segar yakni mudah dalam pengerjaan dan setelah beton mengeras yakni
memiliki kekuatan yang sesuai rencana. Maka dari itu, pada penelitian ini beton
serat menggunakan material fly ash sebagai subtitusi semen yang dapat
meningkatkan tingkat kemudahan pengerjaan dan menaikkan kekuatan akhir beton
(Kementerian PUPR, 2019). Fly ash yang digunakan pada penelitian ini adalah
kelas C dengan kadar 0%, 25%, 50%, dan 75% dari berat semen. Adapun serat yang
digunakan adalah serat polipropilena dari limbah karung plastik dengan lebar
sekitar 3 mm yang dipotong sepanjang 3 cm sebanyak 0,4% dari berat binder.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar fly ash sebagai subtitusi
semen terhadap sifat beton segar (workability atau nilai slump) dan sifat mekanis
beton (kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur). Benda uji direncanakan memiliki
mutu 25 Mpa dengan perhitungan mix design menggunakan acuan SNI 03-28342000.
Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa fly ash dapat meningkatkan nilai
slump beton serat. Nilai slump untuk variasi kadar fly ash sebagai subtitusi semen
sebanyak 0%, 25%, 50%, 75% berturut-turut adalah 85 mm, 100 mm, 135 mm, dan
155 mm. Sedangkan perubahan nilai kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur
tidak konsisten terhadap penambahan kadar fly ash sebagai subtitusi semen. Sifat
mekanis beton serat meningkat pada kadar 25% dan 50% dan menurun pada kadar
75%. Hal ini bisa terjadi karena banyaknya kadar fly ash memengaruhi reaksi kimia
dalam pembentukan beton. Penggunaan fly ash sebagai subtitusi semen paling
optimum ada pada kadar 25% karena pada kadar tersebut sifat mekanis beton tidak
mengalami penurunan. Nilai kuat tekan tertinggi ada pada variasi FA 25% dengan
peningkatan sebesar 8,94%. Nilai kuat tarik belah tertinggi ada pada variasi FA
50% dengan peningkatan sebesar 12,6%. Nilai kuat lentur tertinggi ada pada variasi
FA 25% dan 50% dengan peningkatan sebesar 5,49%
Description
upload by Teddy_10.04.2026
