Pengaruh Penggunaan Fly Ash Kelas C terhadap Karakteristik Beton Normal dengan Campuran Serat Polipropilena dari Limbah Karung Plastik
| dc.contributor.author | Valendhia Anastasya Khansa | |
| dc.date.accessioned | 2026-04-10T04:07:52Z | |
| dc.date.issued | 2025-01-09 | |
| dc.description | upload by Teddy_10.04.2026 | |
| dc.description.abstract | Sebagaimana telah umum diketahui, beton merupakan bahan konstruksi yang memiliki kekuatan tinggi dalam menahan tekanan namun lemah dalam menahan tarikan. Beton bersifat getas yang membuatnya menjadi kurang daktail sehingga dapat menimbulkan keretakan pada beton. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengimbangi kekuatan tarik beton adalah dengan menambahkan serat terputus-putus yang disebarkan merata dalam campuran beton. Beton ini disebut dengan beton serat atau Fiber-Reinforced Concrete (FRC). Penambahan serat pada beton akan membantu menahan retakan-retakan kecil sebelum menjadi retakan yang lebih besar. Namun, penambahan serat menyebabkan workability beton segar menurun sebagaimana terjadi padad penelitian terdahulu (Khairizal et al., 2015). Sementara karakteristik beton yang baik dilihat dari kondisi beton saat masih segar yakni mudah dalam pengerjaan dan setelah beton mengeras yakni memiliki kekuatan yang sesuai rencana. Maka dari itu, pada penelitian ini beton serat menggunakan material fly ash sebagai subtitusi semen yang dapat meningkatkan tingkat kemudahan pengerjaan dan menaikkan kekuatan akhir beton (Kementerian PUPR, 2019). Fly ash yang digunakan pada penelitian ini adalah kelas C dengan kadar 0%, 25%, 50%, dan 75% dari berat semen. Adapun serat yang digunakan adalah serat polipropilena dari limbah karung plastik dengan lebar sekitar 3 mm yang dipotong sepanjang 3 cm sebanyak 0,4% dari berat binder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar fly ash sebagai subtitusi semen terhadap sifat beton segar (workability atau nilai slump) dan sifat mekanis beton (kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur). Benda uji direncanakan memiliki mutu 25 Mpa dengan perhitungan mix design menggunakan acuan SNI 03-28342000. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa fly ash dapat meningkatkan nilai slump beton serat. Nilai slump untuk variasi kadar fly ash sebagai subtitusi semen sebanyak 0%, 25%, 50%, 75% berturut-turut adalah 85 mm, 100 mm, 135 mm, dan 155 mm. Sedangkan perubahan nilai kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur tidak konsisten terhadap penambahan kadar fly ash sebagai subtitusi semen. Sifat mekanis beton serat meningkat pada kadar 25% dan 50% dan menurun pada kadar 75%. Hal ini bisa terjadi karena banyaknya kadar fly ash memengaruhi reaksi kimia dalam pembentukan beton. Penggunaan fly ash sebagai subtitusi semen paling optimum ada pada kadar 25% karena pada kadar tersebut sifat mekanis beton tidak mengalami penurunan. Nilai kuat tekan tertinggi ada pada variasi FA 25% dengan peningkatan sebesar 8,94%. Nilai kuat tarik belah tertinggi ada pada variasi FA 50% dengan peningkatan sebesar 12,6%. Nilai kuat lentur tertinggi ada pada variasi FA 25% dan 50% dengan peningkatan sebesar 5,49% | |
| dc.description.sponsorship | Ir. Dwi Nurtanto, S.T., M.T. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/6801 | |
| dc.publisher | Fakultas Teknik | |
| dc.subject | Fly Ash Kelas C | |
| dc.subject | Beton | |
| dc.subject | Limbah | |
| dc.subject | Karung Plastik | |
| dc.title | Pengaruh Penggunaan Fly Ash Kelas C terhadap Karakteristik Beton Normal dengan Campuran Serat Polipropilena dari Limbah Karung Plastik | |
| dc.type | Other |
