Pengembangan Batik Fraktal Berbasis Koch Snowflake (๐,๐,๐) dan Koch Anti Snowflake (๐,๐,๐) Menggunakan L-System
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam
Abstract
Batik merupakan seni menggambar atau melukis dengan corak yang dibuat
dengan pola tertentu. Batik fraktal merupakan inovasi untuk mengembangkan batik
Indonesia dengan menggunakan pemodelan dan perancangan secara matematis.
Beberapa macam corak batik memiliki sifat self-similarity yang dibangkitkan
secara matematis, yakni dalam bidang fraktal. Salah satu bentuk fraktal yang
memiliki aspek keindahan untuk dituangkan dalam batik adalah Koch Snowflake
(๐,๐,๐) dan Koch Anti-Snowflake (๐,๐,๐).
Pada penelitian ini membangkitkan Koch Snowflake (๐,๐,๐), Koch Anti
Snowflake (๐,๐,๐) dan dua Kurva Koch (๐,๐) menggunakan L-system serta
memvisualisasi bentuk tersebut untuk dituangkan dalam desain batik dengan pola
pengubinan. Metode penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahapan. Pertama,
menentukan bentuk Koch Snowflake (๐,๐,๐), Koch Anti-Snowflake (๐,๐,๐) dan
dua Kurva Koch (๐,๐) yang akan dibangkitkan. Kedua, pembangkitan Koch
Snowflake (๐,๐,๐), Koch Anti-Snowflake (๐,๐,๐) dan dua Kurva Koch (๐,๐)
menggunakan metode L-system. Pembangkitan kurva dengan inisiator segi-๐
yang digunakan yakni segi 3, 4 dan 6, nilai generator segi- ๐ yakni 3, 4, 5, dan 6
serta nilai c yang dibatasi. Iterasi yang digunakan untuk membangkitkan kurva
adalah iterasi ketiga. Ketiga, membuat pola batik dengan menggabungkan Koch
Snowflake (๐,๐,๐), Koch Anti-Snowflake (๐,๐,๐) serta penambahan dua Kurva
Koch (๐,๐) untuk ๐ = 6 dengan nilai ๐,๐,๐ dan iterasi yang sama dengan
perbandingan nilai kurva 1:1. Keempat, penambahan isen tengah di bagian Koch
Snowflake (๐,๐,๐) untuk menambah aspek keindahan dengan perbandingan 3:1.
Batik fraktal yang dihasilkan pada penelitian ini terdiri dari tiga motif yang
berbeda yakni dengan nilai ๐ = 3, ๐ = 4 dan ๐ = 6. Motif 1 merupakan
gabungan Koch Snowflake (๐,๐,๐) dan Koch Anti-Snowflake (๐,๐,๐) dengan
nilai ๐ = 3 dan nilai ๐ yang berbeda yakni ๐ = 3,๐ = 4, ๐ = 5 dan ๐ = 6 serta
penambahan 3 isen tengah yang dipilih secara acak.
Motif 2 merupakan gabungan Koch Snowflake (๐,๐,๐) dan Koch Anti
Snowflake (๐,๐,๐) dengan nilai ๐ = 4 dan nilai ๐ yang berbeda yakni ๐ = 3,๐ =
4, ๐ = 5 dan ๐ = 6 serta penambahan 3 isen tengah yang dipilih secara acak. Motif
3 merupakan gabungan Koch Snowflake (๐,๐,๐) Koch Anti-Snowflake (๐,๐,๐)
dengan nilai ๐ = 6 dan nilai ๐ yang berbeda yakni ๐ = 3,๐ = 4, ๐ = 5 dan ๐ =
6. Pada motif 3 ini memiliki sedikit perbedaan dengan motif pertama dan kedua
yakni diperlukan tambahan dua kurva Koch (๐,๐) di bagian gabungan antara Koch
Anti-Snowflake (๐,๐,๐) dan Koch Anti-Snowflake (๐,๐,๐) dengan nilai ๐,๐ dan
iterasi yang sama, sehingga menghasilkan motif batik yang membentuk pola
pengubinan. Hasil akhir merupakan gabungan Koch Snowflake (๐,๐,๐), Koch
Anti-Snowflake (๐,๐,๐) dan dua kurva Koch (๐,๐) serta penambahan isen tengah
yang terdiri dari 3 isen tengah yang berbeda.
Description
reupload file repository 7 april 2026 izza/tofik
