Metafora dalam Mini Album “Kalah Bertaruh” Karya Nadin Amizah (Kajian Semantik Kognitif)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Penelitian ini menganalisis mengenai jenis-jenis metafora yang terdapat
dalam mini album “Kalah Bertaruh” yang dipopulerkan oleh Nadin Amizah.
Metafora dapat berada dalam berbagai hal salah satunya terdapat dalam lagu.
Penggunaan metafora ini dapat menambah daya imajinasi, namun diperlukan cara
khusus dalam memahami makna dibalik metafora tersebut. Fenomena ini yang
kemudian melatarbelakangi diangkatnya penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mendeskripsikan jenis-jenis metafora yang terdapat pada lirik lagu
dalam mini album “Kalah Bertaruh”. Fokus penelitian ini yaitu (1)
mendeskripsikan jenis-jenis metafora yang terdapat dalam mini album “Kalah
Bertaruh” (2) mendeskripsikan makna dan tujuan penggunaan metafora dalam
mini album “Kalah Bertaruh”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif,
sedangkan teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah teori
semantik.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini
berupa jenis-jenis metafora yang terdapat dalam mini album “Kalah Bertaruh”.
Metode dan teknik yang digunakan dalam penyediaan data berupa metode simak
dengan teknik lanjutan simak bebas libat cakap (SBLC), teknik catat. Metode dan
teknik analisis data yang digunakan adalah metode padan dan dilanjutkan metode
interpretasi. Metode penyajian hasil analisis data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah metode penyajian informal berupa kata-kata biasa.
Berdasarkan hasil penelitian terhadap 22 data berupa lirik lagu yang
mengandung metafora yang terdapat dalam mini album “Kalah Bertaruh” dapat
ditemukan tiga jenis metafora yaitu: (1) empat belas lirik lagu yang termasuk
dalam jenis metafora struktural, yaitu seperti sebuah tarian, cemerlang, tuhan pun
tertawa, badai, reda, kicau, perih, hancur lebur, musim dingin, bisu, rindu
tertumpuk, dan gugur; (2) dua lirik lagu yang termasuk dalam jenis metafora orientasional yaitu mati dan menang; (3) delapan lirik lagu yang termasuk dalam
jenis metafora ontologis yaitu timur meniup, angin dengarkanlah, laguku
memanggilmu, ingat yang keji, waktu berhenti bodoh, Senayan menjadi saksi,
tenang akan datang, serta lagu dan serapah terdengar di mobilmu saling
mencekik.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ditemukan maksud dan tujuan
dari penggunaan metafora dalam 22 data yang terdapat dalam mini album “Kalah
Bertaruh”. Dari 22 data tersebut ditemukan maksud dan tujuan penggunaan
metafora yang dikelompokkan menjadi tiga macam sesuai dengan jenis metafora
yaitu: 1) maksud dan tujuan penggunaan metafora struktural (menciptakan
gambaran yang hidup, makna lebih mengesankan, menambah keindahan,
menimbulkan emosi tertentu, memunculkan daya imajinasi, memberikan
gambaran yang mendalam, makna lagu lebih menarik); 2) maksud dan tujuan
penggunaan metafora orientasional (menyampaikan pesan dengan lebih menarik
dan menggugah pemikiran, menggugah emosi pendengar lagu); dan 3) maksud
dan tujuan penggunaan metafora (menciptakan citra yang lebih kuat, menciptakan
gambaran yang hidup, menggugah imajinasi, makna lebih mengesankan,
menciptakan gambaran jelas dan hidup, menambahkan kedalaman ekspresi,
menciptakan daya imajinasi).
Description
Entry oleh Arif 2026 April 01
