Metafora dalam Mini Album “Kalah Bertaruh” Karya Nadin Amizah (Kajian Semantik Kognitif)
| dc.contributor.author | Assa Ardhana Reswari | |
| dc.date.accessioned | 2026-04-01T03:51:45Z | |
| dc.date.issued | 2024-07-23 | |
| dc.description | Entry oleh Arif 2026 April 01 | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini menganalisis mengenai jenis-jenis metafora yang terdapat dalam mini album “Kalah Bertaruh” yang dipopulerkan oleh Nadin Amizah. Metafora dapat berada dalam berbagai hal salah satunya terdapat dalam lagu. Penggunaan metafora ini dapat menambah daya imajinasi, namun diperlukan cara khusus dalam memahami makna dibalik metafora tersebut. Fenomena ini yang kemudian melatarbelakangi diangkatnya penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis-jenis metafora yang terdapat pada lirik lagu dalam mini album “Kalah Bertaruh”. Fokus penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan jenis-jenis metafora yang terdapat dalam mini album “Kalah Bertaruh” (2) mendeskripsikan makna dan tujuan penggunaan metafora dalam mini album “Kalah Bertaruh”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah teori semantik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa jenis-jenis metafora yang terdapat dalam mini album “Kalah Bertaruh”. Metode dan teknik yang digunakan dalam penyediaan data berupa metode simak dengan teknik lanjutan simak bebas libat cakap (SBLC), teknik catat. Metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah metode padan dan dilanjutkan metode interpretasi. Metode penyajian hasil analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penyajian informal berupa kata-kata biasa. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 22 data berupa lirik lagu yang mengandung metafora yang terdapat dalam mini album “Kalah Bertaruh” dapat ditemukan tiga jenis metafora yaitu: (1) empat belas lirik lagu yang termasuk dalam jenis metafora struktural, yaitu seperti sebuah tarian, cemerlang, tuhan pun tertawa, badai, reda, kicau, perih, hancur lebur, musim dingin, bisu, rindu tertumpuk, dan gugur; (2) dua lirik lagu yang termasuk dalam jenis metafora orientasional yaitu mati dan menang; (3) delapan lirik lagu yang termasuk dalam jenis metafora ontologis yaitu timur meniup, angin dengarkanlah, laguku memanggilmu, ingat yang keji, waktu berhenti bodoh, Senayan menjadi saksi, tenang akan datang, serta lagu dan serapah terdengar di mobilmu saling mencekik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ditemukan maksud dan tujuan dari penggunaan metafora dalam 22 data yang terdapat dalam mini album “Kalah Bertaruh”. Dari 22 data tersebut ditemukan maksud dan tujuan penggunaan metafora yang dikelompokkan menjadi tiga macam sesuai dengan jenis metafora yaitu: 1) maksud dan tujuan penggunaan metafora struktural (menciptakan gambaran yang hidup, makna lebih mengesankan, menambah keindahan, menimbulkan emosi tertentu, memunculkan daya imajinasi, memberikan gambaran yang mendalam, makna lagu lebih menarik); 2) maksud dan tujuan penggunaan metafora orientasional (menyampaikan pesan dengan lebih menarik dan menggugah pemikiran, menggugah emosi pendengar lagu); dan 3) maksud dan tujuan penggunaan metafora (menciptakan citra yang lebih kuat, menciptakan gambaran yang hidup, menggugah imajinasi, makna lebih mengesankan, menciptakan gambaran jelas dan hidup, menambahkan kedalaman ekspresi, menciptakan daya imajinasi). | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Asrumi, M.Hum. DPA: Dr. Ali Badrudin, S.S., M.A | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5989 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Budaya | |
| dc.subject | Kalah Bertaruh | |
| dc.subject | Kajian Semantik Kognitif | |
| dc.subject | Matafora | |
| dc.title | Metafora dalam Mini Album “Kalah Bertaruh” Karya Nadin Amizah (Kajian Semantik Kognitif) | |
| dc.type | Other |
