Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kesepian pada ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) di Puskesmas Puger Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
ODHA memiliki tantangan yang berat dalam menjalankan hidupnya.
Tantangan berat ini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan secara fisik, tetapi juga
berkaitan dengan kesehatan psikologis dan sosial. Hal tersebut memiliki dampak
yang negatif termasuk perasaan kesepian, putus asa, rasa khawatir, dan depresi
(Ariatama et al., 2020). Faktor-faktor lain seperti adanya stigma negatif di
masyarakat, diskriminasi, penolakan dalam keluarga, pekerjaan, dan kehidupan di
lingkungan sosialnya dapat membuat ODHA merasa terisolasi. Kondisi tersebut
memicu timbulnya rasa kesepian yang dapat memperburuk kesehatan mental
ODHA. Hasil penelitian sebelumnya mencatat bahwa dari 201 ODHA yang
terdaftar dalam penelitian ini, 94 pasien (46,77%) diantaranya dinyatakan
mengalami kesepian (Qian et al., 2023). Kesepian merupakan perasaan seseorang
yang memiliki suatu hubungan sosial tidak menyenangkan dan kurang memuasakan
dibanding dengan apa yang diinginkan, baik ditinjau dari segi kuantitas maupun
kualitasnya (Hasanah & Sahrani, 2022) . Peran dukungan keluarga menjadi sangat
penting karena merujuk pada berbagai bentuk bantuan seperti dukungan emosional,
dukungan penghargaan, dukungan informasional, dukungan instrumental, dan
dukungan jaringan sosial. Dengan adanya dukungan keluarga tersebut dapat
menjadi support system dalam mengembangkan respon positif saat menghadapi
rasa kesepian pada ODHA (Sapeni et al., 2023). Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kesepian pada ODHA
(Orang dengan HIV/AIDS) di Puskesmas Puger Kabupaten Jember.
Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode pendekatan cross
sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan
jumlah sampel 133 ODHA. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dukungan keluarga untuk mengukur dukungan keluarga pada ODHA,
dan kuesioner UCLA Lonelinnes Scale Version 3 untuk mengukur tingkat kesepian
pada ODHA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mendapatkan
dukungan keluarga suportif sebanyak 90 orang (67.7%). sedangkan responden yang
tidak mendapat dukungan dari keluarga sebanyak 43 orang (32.3%). Sedangkan
untuk tingkat kesepian, ODHA yang berada dikategori tidak kesepian, yaitu
sebanyak 88 orang (66.2%), yang mengalami kesepian ringan sebanyak 33 orang
(24.8%), kesepian sedang 10 orang (7.5%), dan kesepian berat 2 orang (1.5%).
Hasil analisis bivariat menggunakan uji korelasi Kendall tau C didapatkan
nilai p value = 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang
signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kesepian pada ODHA di
Puskesmas Puger Kabupaten Jember. Kekuatan korelasi antara kedua variabel
didapatkan nilai r = - 0.724 yang berarti korelasi bernilai kuat. Hasil uji statistik
juga menunjukkan arah korelasi negatif yang bermakna bahwa semakin tinggi
dukungan keluarga maka semakin rendah tingkat kesepian ODHA. Dengan
demikian, hipotesis alternatif (ha) dapat diterima karena terdapat hubungan antara
dukungan keluarga dengan tingkat kesepian pada ODHA. Penelitian menunjukkan
bahwa ODHA dengan dukungan keluarga yang suportif cenderung memiliki
kehidupan yang lebih bermakna, optimisme hidup yang kuat, dan kesejahteraan
emosional yang lebih baik. Namun, beberapa ODHA tetap merasa kesepian
meskipun mendapatkan dukungan keluarga. Hal ini disebabkan oleh kesulitan
menerima kondisi diri, kurangnya kepercayaan diri, atau karena dukungan yang
dirasakan tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan mereka. Sebaliknya, ODHA
yang mendapatkan dukungan non-supportif lebih rentan terhadap kesepian,
meskipun sebagian kecil dari mereka mampu mengelola perasaan dengan baik dan
tetap optimis. Oleh karena itu, diharapkan keluarga dapat lebih menunjukkan
empati dan kasih sayang melalui tindakan sederhana, seperti memberikan perhatian
saat mereka membutuhkan dan menjalin komunikasi terbuka lebih mendalam tetapi
tidak memaksa ketika ODHA belum siap untuk bercerita.
Description
Reupload file repositori 12 Mar 2026_Maya
