Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kesepian pada ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) di Puskesmas Puger Kabupaten Jember
| dc.contributor.author | Muchamad Ferdy Rivaldi | |
| dc.date.accessioned | 2026-03-25T07:15:35Z | |
| dc.date.issued | 2025-01-22 | |
| dc.description | Reupload file repositori 12 Mar 2026_Maya | |
| dc.description.abstract | ODHA memiliki tantangan yang berat dalam menjalankan hidupnya. Tantangan berat ini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan secara fisik, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan psikologis dan sosial. Hal tersebut memiliki dampak yang negatif termasuk perasaan kesepian, putus asa, rasa khawatir, dan depresi (Ariatama et al., 2020). Faktor-faktor lain seperti adanya stigma negatif di masyarakat, diskriminasi, penolakan dalam keluarga, pekerjaan, dan kehidupan di lingkungan sosialnya dapat membuat ODHA merasa terisolasi. Kondisi tersebut memicu timbulnya rasa kesepian yang dapat memperburuk kesehatan mental ODHA. Hasil penelitian sebelumnya mencatat bahwa dari 201 ODHA yang terdaftar dalam penelitian ini, 94 pasien (46,77%) diantaranya dinyatakan mengalami kesepian (Qian et al., 2023). Kesepian merupakan perasaan seseorang yang memiliki suatu hubungan sosial tidak menyenangkan dan kurang memuasakan dibanding dengan apa yang diinginkan, baik ditinjau dari segi kuantitas maupun kualitasnya (Hasanah & Sahrani, 2022) . Peran dukungan keluarga menjadi sangat penting karena merujuk pada berbagai bentuk bantuan seperti dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan informasional, dukungan instrumental, dan dukungan jaringan sosial. Dengan adanya dukungan keluarga tersebut dapat menjadi support system dalam mengembangkan respon positif saat menghadapi rasa kesepian pada ODHA (Sapeni et al., 2023). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kesepian pada ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) di Puskesmas Puger Kabupaten Jember. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 133 ODHA. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dukungan keluarga untuk mengukur dukungan keluarga pada ODHA, dan kuesioner UCLA Lonelinnes Scale Version 3 untuk mengukur tingkat kesepian pada ODHA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mendapatkan dukungan keluarga suportif sebanyak 90 orang (67.7%). sedangkan responden yang tidak mendapat dukungan dari keluarga sebanyak 43 orang (32.3%). Sedangkan untuk tingkat kesepian, ODHA yang berada dikategori tidak kesepian, yaitu sebanyak 88 orang (66.2%), yang mengalami kesepian ringan sebanyak 33 orang (24.8%), kesepian sedang 10 orang (7.5%), dan kesepian berat 2 orang (1.5%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji korelasi Kendall tau C didapatkan nilai p value = 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kesepian pada ODHA di Puskesmas Puger Kabupaten Jember. Kekuatan korelasi antara kedua variabel didapatkan nilai r = - 0.724 yang berarti korelasi bernilai kuat. Hasil uji statistik juga menunjukkan arah korelasi negatif yang bermakna bahwa semakin tinggi dukungan keluarga maka semakin rendah tingkat kesepian ODHA. Dengan demikian, hipotesis alternatif (ha) dapat diterima karena terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kesepian pada ODHA. Penelitian menunjukkan bahwa ODHA dengan dukungan keluarga yang suportif cenderung memiliki kehidupan yang lebih bermakna, optimisme hidup yang kuat, dan kesejahteraan emosional yang lebih baik. Namun, beberapa ODHA tetap merasa kesepian meskipun mendapatkan dukungan keluarga. Hal ini disebabkan oleh kesulitan menerima kondisi diri, kurangnya kepercayaan diri, atau karena dukungan yang dirasakan tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan mereka. Sebaliknya, ODHA yang mendapatkan dukungan non-supportif lebih rentan terhadap kesepian, meskipun sebagian kecil dari mereka mampu mengelola perasaan dengan baik dan tetap optimis. Oleh karena itu, diharapkan keluarga dapat lebih menunjukkan empati dan kasih sayang melalui tindakan sederhana, seperti memberikan perhatian saat mereka membutuhkan dan menjalin komunikasi terbuka lebih mendalam tetapi tidak memaksa ketika ODHA belum siap untuk bercerita. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Ns. Erti Ikhtiarini Dewi, S. Kep., M.Kep. Sp. Kep. J. DPA: Ns. Enggal Hadi Kurniyawan, S.Kep., M.Kep. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5552 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Kesepian | |
| dc.title | Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kesepian pada ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) di Puskesmas Puger Kabupaten Jember | |
| dc.type | Other |
