Profil Komunikasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Numerasi ditinjau dari Gaya Kognitif Field Dependent dan Field Independent
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Komunikasi matematis adalah kapasitas siswa dalam menyampaikan ide baik
secara lisan maupun tulisan dalam proses penyelesaian masalah matematika.
Komunikasi matematis ini penting menjadi wadah untuk menyampaikan ide,
pemikiran, serta pemahaman terhadap konsep-konsep matematika. Dalam konteks
soal numerasi, komunikasi matematis berperan karena mendukung siswa dalam
mengaitkan konsep matematika dengan situasi nyata dan menyampaikannya secara
jelas. Namun demikian, komunikasi matematis setiap siswa berbeda, salah satunya
dipengaruhi oleh gaya kognitif seperti field dependent atau field independent. Oleh
karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil komunikasi
matematis siswa dalam menyelesaikan soal numerasi ditinjau dari perbedaan gaya
kognitif tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan dilaksanakan
di kelas 8.2 SMP Negeri 1 Srono. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti
sendiri, tes Group Embedded Figures Test (GEFT), soal numerasi, lembar
observasi, dan pedoman wawancara. Pengumpulan data dilakukan dengan metode
tes, observasi, video-based observation, dan wawancara, lalu dianalisis secara
deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Pemilihan subjek penelitian dilakukan diawal berdasarkan hasil tes GEFT yaitu
dipilih empat siswa dengan dua siswa FD memperoleh skor 3, sedangkan dua siswa
FI memperoleh skor 15. Pemilihan dua subjek FI dipertimbangkan dengan rerata
nilai ulangan matematika yang memiliki nilai hampir setara. Berdasarkan kriteria
pemilihan subjek tersebut dipilihlah subjek 𝐹𝐼1 dan 𝐹𝐼2 untuk siswa field
independent dan 𝐹𝐷1 dan 𝐹𝐷2 untuk siswa field dependent.
Pengumpulan data dilakukan melalui tes numerasi selama 45 menit yang
dilakukan perekeman melalui metode video-based observation untuk keperluan
observasi komunikasi lisan subjek. Jawaban tertulis dianalisis dan dikategorikan
untuk memperoleh komunikasi matematis tulis, sedangkan komunikasi lisan
diperoleh dari pencatatan hasil observasi aktivitas dalam video oleh tiga penyidik
yang hasilnya dibandingkan untuk mendapatkan data akurat. Selanjutnya dilakukan
wawancara semi terstruktur untuk konfirmasi dan informasi tambahan, dilanjutkan
dengan analisis data tes, wawancara, dan observasi. Data yang telah dianalisis
disajikan, diuji keabsahannya melalui metode member check untuk komunikasi
tulis dan metode triangulasi penyidik untuk komunikasi matematis lisan, dan
diakhiri dengan penarikan kesimpulan.
Siswa Field Independent (FI) menunjukkan komunikasi matematis secara
mandiri, jarang meminta bantuan dalam menyusun strategi. Mereka cenderung
menuliskan strategi melalui gambar dan rumus Pythagoras, meskipun belum
lengkap sesuai tahapan Polya. Umumnya siswa FI memahami soal, sehingga hanya
bertanya pada hal-hal tertentu dan menjelaskan kembali dengan cukup jelas.
Mereka menggambar dan menafsirkan ide, walau ada kesalahan dalam penafsiran.
Argumen hanya disampaikan oleh satu siswa dengan alasan yang logis meskipun
kurang tepat. Sebagian menganalisis dengan mempertanyakan alasan strategi,
sementara yang lain hanya menyalahkan. Simbol jarang digunakan untuk
merepresentasikan informasi visual, namun digunakan dalam perhitungan meski
tidak lengkap. Ada siswa FI yang mengartikulasikan dengan bahasa sederhana,
sementara yang lain tidak, serta secara keseluruhan siswa FI tidak menuliskan
kesimpulan karena terkendala waktu.
Siswa Field Dependent (FD) menunjukkan komunikasi matematis yang
bergantung pada siswa lain, terutama dalam memahami soal dan menyusun strategi.
Strategi yang dituliskan belum lengkap sesuai tahapan Polya, dengan pertanyaan
bersifat umum sehingga menyulitkan ketika menjelaskan. Terdapat kesalahan
dalam menggambar, menyampaikan argumen, dan menafsirkan ide. Analisis siswa
FD cenderung hanya menerima ide, meskipun ada yang mencoba menganalisis
secara terbatas. Representasi simbolik masih minim, hanya satu siswa yang
menampilkannya secara visual. Meskipun demikian, mereka mengartikulasikan
pemahamannya menggunakan bahasa sehari-hari, dan secara keseluruhan siswa FD
tidak menuliskan kesimpulan, karena terbatas oleh waktu pengerjaan.
Description
Reuploud file repositori 11 maret 2026_Firli
