Profil Komunikasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Numerasi ditinjau dari Gaya Kognitif Field Dependent dan Field Independent

dc.contributor.authorCristie Puri Dinanti
dc.date.accessioned2026-03-16T03:26:05Z
dc.date.issued2025-07-09
dc.descriptionReuploud file repositori 11 maret 2026_Firli
dc.description.abstractKomunikasi matematis adalah kapasitas siswa dalam menyampaikan ide baik secara lisan maupun tulisan dalam proses penyelesaian masalah matematika. Komunikasi matematis ini penting menjadi wadah untuk menyampaikan ide, pemikiran, serta pemahaman terhadap konsep-konsep matematika. Dalam konteks soal numerasi, komunikasi matematis berperan karena mendukung siswa dalam mengaitkan konsep matematika dengan situasi nyata dan menyampaikannya secara jelas. Namun demikian, komunikasi matematis setiap siswa berbeda, salah satunya dipengaruhi oleh gaya kognitif seperti field dependent atau field independent. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal numerasi ditinjau dari perbedaan gaya kognitif tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan dilaksanakan di kelas 8.2 SMP Negeri 1 Srono. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, tes Group Embedded Figures Test (GEFT), soal numerasi, lembar observasi, dan pedoman wawancara. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes, observasi, video-based observation, dan wawancara, lalu dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pemilihan subjek penelitian dilakukan diawal berdasarkan hasil tes GEFT yaitu dipilih empat siswa dengan dua siswa FD memperoleh skor 3, sedangkan dua siswa FI memperoleh skor 15. Pemilihan dua subjek FI dipertimbangkan dengan rerata nilai ulangan matematika yang memiliki nilai hampir setara. Berdasarkan kriteria pemilihan subjek tersebut dipilihlah subjek 𝐹𝐼1 dan 𝐹𝐼2 untuk siswa field independent dan 𝐹𝐷1 dan 𝐹𝐷2 untuk siswa field dependent. Pengumpulan data dilakukan melalui tes numerasi selama 45 menit yang dilakukan perekeman melalui metode video-based observation untuk keperluan observasi komunikasi lisan subjek. Jawaban tertulis dianalisis dan dikategorikan untuk memperoleh komunikasi matematis tulis, sedangkan komunikasi lisan diperoleh dari pencatatan hasil observasi aktivitas dalam video oleh tiga penyidik yang hasilnya dibandingkan untuk mendapatkan data akurat. Selanjutnya dilakukan wawancara semi terstruktur untuk konfirmasi dan informasi tambahan, dilanjutkan dengan analisis data tes, wawancara, dan observasi. Data yang telah dianalisis disajikan, diuji keabsahannya melalui metode member check untuk komunikasi tulis dan metode triangulasi penyidik untuk komunikasi matematis lisan, dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan. Siswa Field Independent (FI) menunjukkan komunikasi matematis secara mandiri, jarang meminta bantuan dalam menyusun strategi. Mereka cenderung menuliskan strategi melalui gambar dan rumus Pythagoras, meskipun belum lengkap sesuai tahapan Polya. Umumnya siswa FI memahami soal, sehingga hanya bertanya pada hal-hal tertentu dan menjelaskan kembali dengan cukup jelas. Mereka menggambar dan menafsirkan ide, walau ada kesalahan dalam penafsiran. Argumen hanya disampaikan oleh satu siswa dengan alasan yang logis meskipun kurang tepat. Sebagian menganalisis dengan mempertanyakan alasan strategi, sementara yang lain hanya menyalahkan. Simbol jarang digunakan untuk merepresentasikan informasi visual, namun digunakan dalam perhitungan meski tidak lengkap. Ada siswa FI yang mengartikulasikan dengan bahasa sederhana, sementara yang lain tidak, serta secara keseluruhan siswa FI tidak menuliskan kesimpulan karena terkendala waktu. Siswa Field Dependent (FD) menunjukkan komunikasi matematis yang bergantung pada siswa lain, terutama dalam memahami soal dan menyusun strategi. Strategi yang dituliskan belum lengkap sesuai tahapan Polya, dengan pertanyaan bersifat umum sehingga menyulitkan ketika menjelaskan. Terdapat kesalahan dalam menggambar, menyampaikan argumen, dan menafsirkan ide. Analisis siswa FD cenderung hanya menerima ide, meskipun ada yang mencoba menganalisis secara terbatas. Representasi simbolik masih minim, hanya satu siswa yang menampilkannya secara visual. Meskipun demikian, mereka mengartikulasikan pemahamannya menggunakan bahasa sehari-hari, dan secara keseluruhan siswa FD tidak menuliskan kesimpulan, karena terbatas oleh waktu pengerjaan.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Dr. Nurcholif Diah Sri Lestari, S.Pd., M.Pd. Dosen Pembimbing Anggota : Inge Wiliandani Setya Putri, S.Pd., M.Pd.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5377
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
dc.subjectKomunikasi Matematis
dc.subjectNumerasi
dc.subjectGaya Kognitif
dc.subjectField Dependent
dc.subjectField Independent
dc.titleProfil Komunikasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Numerasi ditinjau dari Gaya Kognitif Field Dependent dan Field Independent
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Cristie Puri Dinanti - 210210101019.pdf
Size:
2.47 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: