Penerapan Foreshadowing Dalam Film The SchoolFor Good And Evil Untuk enciptakan Plot Twist: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Pemilihan objek film The School for Good and Evil karya Paul Feig
didasarkan pada ketertarikan penulis terhadap penggunaan
teknik foreshadowing dalam membangun ekspektasi penonton dan
menciptakan plot twist yang kuat. Film bergenre fantasi ini menyajikan alur cerita
yang kompleks dan penuh kejutan, di mana peran protagonis dan antagonis terus
mengalami pembelokan makna. Daya tarik utama film ini terletak pada unsur
naratif yang dikemas dengan berbagai tanda visual dan verbal yang mampu
membentuk persepsi penonton sejak awal, kemudian dibalik secara mengejutkan di
akhir cerita. Teknik foreshadowing dalam film ini tidak hanya berfungsi sebagai
penanda peristiwa yang akan datang, tetapi juga sebagai strategi yang digunakan
untuk menipu ekspektasi penonton secara sistematis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana teknik foreshadowing
diterapkan dalam film The School for Good and Evil, serta bagaimana teknik
tersebut digunakan untuk menciptakan plot twist melalui pendekatan semiotika
Charles Sanders Peirce. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengungkap
tanda-tanda visual dan verbal yang digunakan dalam membangun ekspektasi, serta
bagaimana tanda-tanda tersebut memengaruhi interpretasi penonton terhadap tokoh
utama. Film ini menjadi relevan untuk dikaji karena memberikan contoh yang nyata
tentang bagaimana tanda-tanda naratif berperan dalam membentuk pemahaman dan
emosi penonton. Film The School for Good and Evil merupakan adaptasi dari novel karya
Soman Chainani, diproduksi oleh Netflix dan dirilis pada tahun 2022. Film ini
disutradarai oleh Paul Feig dan dibintangi oleh Sofia Wylie, Sophia Anne Caruso,
dan Kit Young. Dengan durasi 147 menit, film ini menyajikan konflik
antara dua dunia kebaikan dan kejahatan serta kisah tentang persahabatan dan
transformasi karakter. Penokohan yang kuat serta simbolisme visual yang konsisten
menjadikan film ini kaya akan materi untuk dianalisis secara semiotik, khususnya
dalam konteks pembentukan plot twist.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan
pendekatan deskriptif-analitis. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Charles
Sanders Peirce yang membagi tanda menjadi tiga kategori utama: ikon, indeks, dan
simbol. Data primer diperoleh dari observasi langsung terhadap film, sedangkan
data sekunder berasal dari buku, jurnal, dan sumber literatur lain yang relevan.
Penulis memilih 7 adegan utama dari total 13 adegan yang teridentifikasi
mengandung unsur foreshadowing, dengan pertimbangan fokus pada tokoh utama
yaitu Sophie, Agatha, dan Rafal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik foreshadowing dalam film ini
disampaikan melalui elemen-elemen seperti warna, tata busana, gestur tubuh,
dialog, dan suasana visual. Tokoh Sophie yang awalnya diposisikan sebagai
protagonis, perlahan mengalami transformasi menjadi antagonis melalui tandatanda
yang halus namun konsisten. Sebaliknya, Agatha yang semula digambarkan
dengan stereotip karakter jahat, justru berkembang menjadi tokoh protagonis.
Sementara itu, tokoh Rafal hadir sebagai sumber utama plot twist melalui identitas
palsu yang disembunyikan sepanjang cerita. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa foreshadowing memainkan
peran krusial dalam membentuk dan menggiring pemahaman penonton terhadap
jalan cerita. Penggunaan tanda-tanda semiotik yang tersebar di berbagai adegan
menjadi dasar bagi terbentuknya plot twist yang mengejutkan namun logis.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pembacaan tanda-tanda visual dan verbal dalam
film dapat membuka wawasan baru tentang bagaimana narasi bekerja dalam
membangun efek dramatis, serta bagaimana penonton diajak untuk menjadi
pembaca aktif terhadap makna-makna tersembunyi dalam cerita film.
Description
Reupload Repositori File 12 Maret 2026_Kholif Basri
