Penerapan Foreshadowing Dalam Film The SchoolFor Good And Evil Untuk enciptakan Plot Twist: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce
| dc.contributor.author | Galuh Shabrina Elvaiza | |
| dc.date.accessioned | 2026-03-12T06:44:44Z | |
| dc.date.issued | 2025-07-01 | |
| dc.description | Reupload Repositori File 12 Maret 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Pemilihan objek film The School for Good and Evil karya Paul Feig didasarkan pada ketertarikan penulis terhadap penggunaan teknik foreshadowing dalam membangun ekspektasi penonton dan menciptakan plot twist yang kuat. Film bergenre fantasi ini menyajikan alur cerita yang kompleks dan penuh kejutan, di mana peran protagonis dan antagonis terus mengalami pembelokan makna. Daya tarik utama film ini terletak pada unsur naratif yang dikemas dengan berbagai tanda visual dan verbal yang mampu membentuk persepsi penonton sejak awal, kemudian dibalik secara mengejutkan di akhir cerita. Teknik foreshadowing dalam film ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda peristiwa yang akan datang, tetapi juga sebagai strategi yang digunakan untuk menipu ekspektasi penonton secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana teknik foreshadowing diterapkan dalam film The School for Good and Evil, serta bagaimana teknik tersebut digunakan untuk menciptakan plot twist melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengungkap tanda-tanda visual dan verbal yang digunakan dalam membangun ekspektasi, serta bagaimana tanda-tanda tersebut memengaruhi interpretasi penonton terhadap tokoh utama. Film ini menjadi relevan untuk dikaji karena memberikan contoh yang nyata tentang bagaimana tanda-tanda naratif berperan dalam membentuk pemahaman dan emosi penonton. Film The School for Good and Evil merupakan adaptasi dari novel karya Soman Chainani, diproduksi oleh Netflix dan dirilis pada tahun 2022. Film ini disutradarai oleh Paul Feig dan dibintangi oleh Sofia Wylie, Sophia Anne Caruso, dan Kit Young. Dengan durasi 147 menit, film ini menyajikan konflik antara dua dunia kebaikan dan kejahatan serta kisah tentang persahabatan dan transformasi karakter. Penokohan yang kuat serta simbolisme visual yang konsisten menjadikan film ini kaya akan materi untuk dianalisis secara semiotik, khususnya dalam konteks pembentukan plot twist. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce yang membagi tanda menjadi tiga kategori utama: ikon, indeks, dan simbol. Data primer diperoleh dari observasi langsung terhadap film, sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal, dan sumber literatur lain yang relevan. Penulis memilih 7 adegan utama dari total 13 adegan yang teridentifikasi mengandung unsur foreshadowing, dengan pertimbangan fokus pada tokoh utama yaitu Sophie, Agatha, dan Rafal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik foreshadowing dalam film ini disampaikan melalui elemen-elemen seperti warna, tata busana, gestur tubuh, dialog, dan suasana visual. Tokoh Sophie yang awalnya diposisikan sebagai protagonis, perlahan mengalami transformasi menjadi antagonis melalui tandatanda yang halus namun konsisten. Sebaliknya, Agatha yang semula digambarkan dengan stereotip karakter jahat, justru berkembang menjadi tokoh protagonis. Sementara itu, tokoh Rafal hadir sebagai sumber utama plot twist melalui identitas palsu yang disembunyikan sepanjang cerita. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa foreshadowing memainkan peran krusial dalam membentuk dan menggiring pemahaman penonton terhadap jalan cerita. Penggunaan tanda-tanda semiotik yang tersebar di berbagai adegan menjadi dasar bagi terbentuknya plot twist yang mengejutkan namun logis. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembacaan tanda-tanda visual dan verbal dalam film dapat membuka wawasan baru tentang bagaimana narasi bekerja dalam membangun efek dramatis, serta bagaimana penonton diajak untuk menjadi pembaca aktif terhadap makna-makna tersembunyi dalam cerita film. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbin Utama : Muhammad Zamroni, S.Sn., M..Sn. Dosen Pembimbing Anggota : Rara Mustika Ningrum, S.Tr.I.Kom., M.A | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5257 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Budaya | |
| dc.subject | film The School for Good and Evil | |
| dc.subject | Daya tarik | |
| dc.subject | visual | |
| dc.subject | dan verbal | |
| dc.title | Penerapan Foreshadowing Dalam Film The SchoolFor Good And Evil Untuk enciptakan Plot Twist: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce | |
| dc.type | Other |
