Evaluasi Penggunaan Obat pada Pasien Low Back Pain (LBP) di Rumah Sakit Daerah dr Soebandi Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Low Back Pain (LBP) atau Nyeri Punggung Bawah (NPB) merupakan salah
satu masalah musculoskeletal berupa rasa nyeri yang timbul pada punggung bagian
bawah yang berasal dari tulang belakang pada daerah spinal (punggung bawah,
saraf, otot, atau struktur lain). Pasien denga diagnosis LBP perlu pengobatan lebih
lanjut untuk meredakan nyeri. Setiap individu pasti memiliki kondisi tubuh yang
berbeda, sehingga terapi yang didapatkan akan berbeda-beda juga dan bisa jadi satu
individu dengan individu yang lain akan menerima obat yang berbeda serta
mendapatkan obat lebih dari satu macam. Pengobatan utama pada LBP yaitu
dengan obat golongan analgesik. Semakin beragam dan luasnya penggunaan
analgesik pada LBP bisa dikarenakan penggunaan dalam jangka waktu yang
panjang, dikonsumsi bersamaan dengan obat lain, dan dosis yang dikonsumsi
terlalu tinggi akan menjadi pemicu timbulnya permasalahan atau biasa dikenal
dengan Drug Related Problem (DRPs). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui
mengetahui profil pasien, mengetahui profil pengobatan dan kesesuaian terapi obat
yang diberikan, dan mengetahui gambaran permasalahan terkait obat yang dialami
oleh pasien Low Back Pain (LBP) di Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember.
Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan menggunakan data rekam
medik pasien yang diambil menggunakan total sampling dengan jumlah data yang
memenuhi kriteria inklusi sebnyak 77 pasien.
Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa pasien LBP di Instalasi Rawat Jalan
Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember periode Januari-Desember 2024 paling
banyak dialami oleh perempuan (66,34%) dengan usia diatas 55 tahun (37,66%)
dengan metode pembiayaan atau status dan penjamin BPJS Non PBI (37,66%) dan
tanpa komorbid (68,83%). Pasien LBP dengan komorbid paling banyak yaitu
Hipertensi (I10) dengan persentase 5,19% dan HNP Lumbal (M51.2) dengan
persentase 5,19%. Pada profil pengobatan, terapi dengan analgesik tunggal dan
kombinasi paling banyak yaitu kalium diklofenak (35,61%) sedangkan terapi
dengan golongan lain paling banyak yaitu golongan nyeri neuropatik dengan jenis
obat gabapentin (25,97%). Kesesuaian terapi yang diberikan pada pasien LBP
mayoritas sudah sesuai dengan Clinical Practice Guidline for The Diagnosis and
Treatment of Low Back Pain. Pada penelitian ini juga dibahas tentang Drug Related
Problem (DRP), dan didapatkan hasil yang memiliki potensi interaksi obat paling
banyak yaitu pada tingkat keparahan moderate yaitu antara obat dexketoprofen dan
metilprednisolon (11,43%).
Description
Reuploud file repositori 6 maret 2026_Firli
