Evaluasi Penggunaan Obat pada Pasien Low Back Pain (LBP) di Rumah Sakit Daerah dr Soebandi Jember

dc.contributor.authorCitha Wardah Nahirah
dc.date.accessioned2026-03-11T04:41:36Z
dc.date.issued2025-01-21
dc.descriptionReuploud file repositori 6 maret 2026_Firli
dc.description.abstractLow Back Pain (LBP) atau Nyeri Punggung Bawah (NPB) merupakan salah satu masalah musculoskeletal berupa rasa nyeri yang timbul pada punggung bagian bawah yang berasal dari tulang belakang pada daerah spinal (punggung bawah, saraf, otot, atau struktur lain). Pasien denga diagnosis LBP perlu pengobatan lebih lanjut untuk meredakan nyeri. Setiap individu pasti memiliki kondisi tubuh yang berbeda, sehingga terapi yang didapatkan akan berbeda-beda juga dan bisa jadi satu individu dengan individu yang lain akan menerima obat yang berbeda serta mendapatkan obat lebih dari satu macam. Pengobatan utama pada LBP yaitu dengan obat golongan analgesik. Semakin beragam dan luasnya penggunaan analgesik pada LBP bisa dikarenakan penggunaan dalam jangka waktu yang panjang, dikonsumsi bersamaan dengan obat lain, dan dosis yang dikonsumsi terlalu tinggi akan menjadi pemicu timbulnya permasalahan atau biasa dikenal dengan Drug Related Problem (DRPs). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui mengetahui profil pasien, mengetahui profil pengobatan dan kesesuaian terapi obat yang diberikan, dan mengetahui gambaran permasalahan terkait obat yang dialami oleh pasien Low Back Pain (LBP) di Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan menggunakan data rekam medik pasien yang diambil menggunakan total sampling dengan jumlah data yang memenuhi kriteria inklusi sebnyak 77 pasien. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa pasien LBP di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember periode Januari-Desember 2024 paling banyak dialami oleh perempuan (66,34%) dengan usia diatas 55 tahun (37,66%) dengan metode pembiayaan atau status dan penjamin BPJS Non PBI (37,66%) dan tanpa komorbid (68,83%). Pasien LBP dengan komorbid paling banyak yaitu Hipertensi (I10) dengan persentase 5,19% dan HNP Lumbal (M51.2) dengan persentase 5,19%. Pada profil pengobatan, terapi dengan analgesik tunggal dan kombinasi paling banyak yaitu kalium diklofenak (35,61%) sedangkan terapi dengan golongan lain paling banyak yaitu golongan nyeri neuropatik dengan jenis obat gabapentin (25,97%). Kesesuaian terapi yang diberikan pada pasien LBP mayoritas sudah sesuai dengan Clinical Practice Guidline for The Diagnosis and Treatment of Low Back Pain. Pada penelitian ini juga dibahas tentang Drug Related Problem (DRP), dan didapatkan hasil yang memiliki potensi interaksi obat paling banyak yaitu pada tingkat keparahan moderate yaitu antara obat dexketoprofen dan metilprednisolon (11,43%).
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : apt. Ika Norcahyanti, S.Farm., M.Sc. Dosen Pembimbing Anggota : apt. Dhita Evi A., S.Farm., M.Farm.Klin.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5165
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Farmasi
dc.subjectObat
dc.subjectLow Back Pain
dc.subjectTerapi Farmakologi
dc.subjectPatofisiologis
dc.titleEvaluasi Penggunaan Obat pada Pasien Low Back Pain (LBP) di Rumah Sakit Daerah dr Soebandi Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
CITHA WARDAH NAHIRAH - 212210101125.pdf
Size:
1.92 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: