Optimalisasi Pemanfaatan ZPT secara Foliar dan Jamur Mikoriza terhadap Pertumbuhan Hasil Sambung Stek Kopi Robusta Klon BP 936
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Tanaman kopi di negara Indonesia memiliki berbagai jenis, diantaranya adalah
robusta. Jenis kopi ini berbeda dengan arabika tidak bisa diperbanyak secara
generatif namun dapat diperbanyak dengan klon atau vegetatif, dengan kendala
jenis klon yang kurang unggul, dan pada fase vegetatif tanaman kopi robusta jarang
sekali diberikan input zat pengatur tumbuh maupun pupuk hayati seperti mikoriza.
Fase pembibitan tanaman menjadi hal penting untuk menentukan tumbuh kembang
tanaman pada fase selanjutnya. Penelitian ini dilakukan pemanfaatan ZPT dan
jamur mikoriza pada hasil stek kopi robusta klon BP 936. ZPT pada fase vegetatif
berperan dalam memacu terjadinya pembelahan sel pada tanaman sehingga
meningkatkan pertumbuhan. Selain itu, jamur mikoriza memberikan peran dalam
memperbaiki struktur agregat tanah dengan bersimbiosis dengan akar tanaman,
menyebabkan bidang serapan hara dan air menjadi lebih luas.
Penelitian ini miliki tujuan untuk memahami apakah pemanfaatan ZPT dan
jamur mikoriza pada fase vegetatif mampu megoptimalkan tumbuh kembang kopi
robusta klon BP 96. Selain itu, untuk mengetahui konsentrasi dan dosis terbaik
dalam respon memberikan pertumbuhan yang lebih baik diantara beberapa taraf
perlakuan. Desain penelitian menggunakan RAL faktorial, dimana faktor utama
adalah pemanfaatan ZPT dan faktor kedua adalah pemanfaatan jamur mikoriza.
Masing-masing taraf sebagai berikut : faktor 1 yaitu ZPT dengan konsentrasi : 0
ml/L (P0), 5 ml/L (P1), 10 ml/L (P2), 15 ml/L (P3), faktor 2 yaitu jamur mikoriza
dengan taraf (J0) 0 g/tan, (J1) 10 g/tan, (J2) 20 g/tan, (J3) 30 g/tan dan 3 ulangan,
dengan total percobaan 48 satuan percobaan. Adapun parameter yang dilakukan
pengamatan antara lain, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah tunas, diameter
batang, luas daun, kadar klorofil daun, panjang akar,volume akar, berat segar akar,
berat kering akar, berat segar daun dan batang dan berat kering daun dan batang.
Pemanfaatan ZPT serta jamur mikoriza memberikan interaksi nyata pada
variabel kadar klorofil, panjang akar serta berat kering akar, tetapi interaksi
terhadap parameter lainnya tidak berbeda nyata. Pemanfaatan ZPT memberikan
respon berbeda sangat nyata pada tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, dan
kadar klorofil, berbeda nyata pada jumlah daun, tetapi menghasilkan respon
berbeda tidak nyata terhadap variabel lainnya. Pemanfaatan jamur mikoriza
menghasilkan respon berbeda sangat nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah
daun, kadar klorofil, panjang akarserta volume akar, berbeda nyata terhadap jumlah
tunas dan berat kering daun dan batang, tetapi tidak menghasilkan respon berbeda
nyata terhadap variabel lainnya. Kombinasi terbaik sebagai rekomendasi pemberian
ZPT dan jamur mikoriza adalah (P3J3) 15 ml/L ZPT dan 30 g/tan jamur mikoriza.
Konsentrasi ZPT 15 ml/L memberikan pertumbuhan klon BP 96 lebih baik dengan
rerata tertinggi dibanding taraf lainnya. Dosis 30 g/tan memberikan pertumbuhan
klon BP 96 lebih baik dengan rerata tertinggi dibanding taraf lainnya.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 26
