Optimalisasi Pemanfaatan ZPT secara Foliar dan Jamur Mikoriza terhadap Pertumbuhan Hasil Sambung Stek Kopi Robusta Klon BP 936
| dc.contributor.author | Anisa Hairul Ummah | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-26T02:10:40Z | |
| dc.date.issued | 2025-06-23 | |
| dc.description | Entry oleh Arif 2026 Februari 26 | |
| dc.description.abstract | Tanaman kopi di negara Indonesia memiliki berbagai jenis, diantaranya adalah robusta. Jenis kopi ini berbeda dengan arabika tidak bisa diperbanyak secara generatif namun dapat diperbanyak dengan klon atau vegetatif, dengan kendala jenis klon yang kurang unggul, dan pada fase vegetatif tanaman kopi robusta jarang sekali diberikan input zat pengatur tumbuh maupun pupuk hayati seperti mikoriza. Fase pembibitan tanaman menjadi hal penting untuk menentukan tumbuh kembang tanaman pada fase selanjutnya. Penelitian ini dilakukan pemanfaatan ZPT dan jamur mikoriza pada hasil stek kopi robusta klon BP 936. ZPT pada fase vegetatif berperan dalam memacu terjadinya pembelahan sel pada tanaman sehingga meningkatkan pertumbuhan. Selain itu, jamur mikoriza memberikan peran dalam memperbaiki struktur agregat tanah dengan bersimbiosis dengan akar tanaman, menyebabkan bidang serapan hara dan air menjadi lebih luas. Penelitian ini miliki tujuan untuk memahami apakah pemanfaatan ZPT dan jamur mikoriza pada fase vegetatif mampu megoptimalkan tumbuh kembang kopi robusta klon BP 96. Selain itu, untuk mengetahui konsentrasi dan dosis terbaik dalam respon memberikan pertumbuhan yang lebih baik diantara beberapa taraf perlakuan. Desain penelitian menggunakan RAL faktorial, dimana faktor utama adalah pemanfaatan ZPT dan faktor kedua adalah pemanfaatan jamur mikoriza. Masing-masing taraf sebagai berikut : faktor 1 yaitu ZPT dengan konsentrasi : 0 ml/L (P0), 5 ml/L (P1), 10 ml/L (P2), 15 ml/L (P3), faktor 2 yaitu jamur mikoriza dengan taraf (J0) 0 g/tan, (J1) 10 g/tan, (J2) 20 g/tan, (J3) 30 g/tan dan 3 ulangan, dengan total percobaan 48 satuan percobaan. Adapun parameter yang dilakukan pengamatan antara lain, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah tunas, diameter batang, luas daun, kadar klorofil daun, panjang akar,volume akar, berat segar akar, berat kering akar, berat segar daun dan batang dan berat kering daun dan batang. Pemanfaatan ZPT serta jamur mikoriza memberikan interaksi nyata pada variabel kadar klorofil, panjang akar serta berat kering akar, tetapi interaksi terhadap parameter lainnya tidak berbeda nyata. Pemanfaatan ZPT memberikan respon berbeda sangat nyata pada tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, dan kadar klorofil, berbeda nyata pada jumlah daun, tetapi menghasilkan respon berbeda tidak nyata terhadap variabel lainnya. Pemanfaatan jamur mikoriza menghasilkan respon berbeda sangat nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, kadar klorofil, panjang akarserta volume akar, berbeda nyata terhadap jumlah tunas dan berat kering daun dan batang, tetapi tidak menghasilkan respon berbeda nyata terhadap variabel lainnya. Kombinasi terbaik sebagai rekomendasi pemberian ZPT dan jamur mikoriza adalah (P3J3) 15 ml/L ZPT dan 30 g/tan jamur mikoriza. Konsentrasi ZPT 15 ml/L memberikan pertumbuhan klon BP 96 lebih baik dengan rerata tertinggi dibanding taraf lainnya. Dosis 30 g/tan memberikan pertumbuhan klon BP 96 lebih baik dengan rerata tertinggi dibanding taraf lainnya. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Ir. Oria Alit Farisi, S. P., M. P. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4578 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian | |
| dc.subject | Klon BP 936 | |
| dc.subject | ZPT | |
| dc.subject | Foliar dan Jamur Mikoriza | |
| dc.subject | Kopi Robusta | |
| dc.title | Optimalisasi Pemanfaatan ZPT secara Foliar dan Jamur Mikoriza terhadap Pertumbuhan Hasil Sambung Stek Kopi Robusta Klon BP 936 | |
| dc.type | Other |
