Analisis Keberlanjutan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) terhadap Kesejahteraan Petani Tembakau di Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Kenaikan tarif cukai pada industri hasil tembakau memiliki dampak positif bagi
tingkat pendapatan negara melalui penerimaan cukai dan pendapatan daerah dari
alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Pada tahun 2023,
Kabupaten Jember mendapatkan alokasi DBHCHT terbanyak kelima di Jawa
Timur sebesar Rp 109,2 miliar. Namun alokasi dana tersebut belum sepenuhnya
dirasakan oleh petani tembakau sebagai penghasil bahan baku utama, melainkan
lebih banyak disalurkan pada bidang kesehatan dan penegakan hukum. Hal tersebut
dikarenakan peran pemangku kebijakan belum mengalokasikan DBHCHT secara
tepat, yang mana seharusnya diutamakan untuk meningkatkan kesejahteraan petani
tembakau di Kabupaten jember melalui program subsidi dalam peningkatan
produktivitas pertanian, bantuan untuk diversifikasi pendapatan, pemberian
pinjaman modal, sosialisasi dan pelatihan, pemberian asuransi kesehatan, serta
pembangunan dan pemeliharaan sarana dan infrastruktur pertanian untuk
menunjang keberlanjutan alokasi DBHCHT di Kabupaten Jember. Tujuan dari
penelitian ini untuk menganalisis status keberlanjutan DBHCHT dilihat dari
dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta menganalisis keberlanjutan
DBHCHT terhadap kesejahteraan petani tembakau di Kabupaten Jember. Metode
analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan analisis
MDS dengan metode Rap-DBHCHT. Hasil Rap- DBHCHT Ordination pada
dimensi ekonomi sebesar 55,32 yang berada pada skala ordinasi cukup
berkelanjutan, sedangkan dimensi sosial sebesar 45,41 dengan skala ordinasi
kurang berkelanjutan, dan dimensi lingkungan sebesar 52.84 dengan skala ordinasi
cukup berkelanjutan. Hasil analisis keberlanjutan DBHCHT secara multi dimensi
menunjukkan bahwa alokasi DBHCHT berada pada status cukup berkelanjutan
dengan nilai indeks sebesar 51,19 dan nilai tesebut berada pada skala ordinasi
50,01-75,00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa atribut
keberlanjutan DBHCHT yang berhubungan secara langsung dan tidak langsung
dengan kesejahteraan petani tembakau, yang berdasarkan pada hasil analisis
leverage dalam software MDS dengan metode Rap-DBHCHT
Description
Reupload Repository 26 Februari 2026_Hasyim/Firdiana
