Analisis Keberlanjutan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) terhadap Kesejahteraan Petani Tembakau di Kabupaten Jember
| dc.contributor.author | Sri Utami Zulaikhoh | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-26T01:54:29Z | |
| dc.date.issued | 2024-06-20 | |
| dc.description | Reupload Repository 26 Februari 2026_Hasyim/Firdiana | |
| dc.description.abstract | Kenaikan tarif cukai pada industri hasil tembakau memiliki dampak positif bagi tingkat pendapatan negara melalui penerimaan cukai dan pendapatan daerah dari alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Pada tahun 2023, Kabupaten Jember mendapatkan alokasi DBHCHT terbanyak kelima di Jawa Timur sebesar Rp 109,2 miliar. Namun alokasi dana tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh petani tembakau sebagai penghasil bahan baku utama, melainkan lebih banyak disalurkan pada bidang kesehatan dan penegakan hukum. Hal tersebut dikarenakan peran pemangku kebijakan belum mengalokasikan DBHCHT secara tepat, yang mana seharusnya diutamakan untuk meningkatkan kesejahteraan petani tembakau di Kabupaten jember melalui program subsidi dalam peningkatan produktivitas pertanian, bantuan untuk diversifikasi pendapatan, pemberian pinjaman modal, sosialisasi dan pelatihan, pemberian asuransi kesehatan, serta pembangunan dan pemeliharaan sarana dan infrastruktur pertanian untuk menunjang keberlanjutan alokasi DBHCHT di Kabupaten Jember. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis status keberlanjutan DBHCHT dilihat dari dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta menganalisis keberlanjutan DBHCHT terhadap kesejahteraan petani tembakau di Kabupaten Jember. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan analisis MDS dengan metode Rap-DBHCHT. Hasil Rap- DBHCHT Ordination pada dimensi ekonomi sebesar 55,32 yang berada pada skala ordinasi cukup berkelanjutan, sedangkan dimensi sosial sebesar 45,41 dengan skala ordinasi kurang berkelanjutan, dan dimensi lingkungan sebesar 52.84 dengan skala ordinasi cukup berkelanjutan. Hasil analisis keberlanjutan DBHCHT secara multi dimensi menunjukkan bahwa alokasi DBHCHT berada pada status cukup berkelanjutan dengan nilai indeks sebesar 51,19 dan nilai tesebut berada pada skala ordinasi 50,01-75,00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa atribut keberlanjutan DBHCHT yang berhubungan secara langsung dan tidak langsung dengan kesejahteraan petani tembakau, yang berdasarkan pada hasil analisis leverage dalam software MDS dengan metode Rap-DBHCHT | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Herman Cahyo Diartho, S.E., M.P. DPA: Dr. Duwi Yunitasari, S.E., M.E. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4570 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ekonomi dan Bisnis | |
| dc.subject | Kesejahteraan | |
| dc.subject | Kebijakan | |
| dc.subject | DBHCHT | |
| dc.subject | Keberlanjutan | |
| dc.subject | Rap DBHCHT | |
| dc.title | Analisis Keberlanjutan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) terhadap Kesejahteraan Petani Tembakau di Kabupaten Jember | |
| dc.type | Other |
