Hubungan Motivasi terhadap Perilaku Pencegahan COVID-19 di Masa Endemik pada Siswa Salah Satu SMA Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Jumlah kasus Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) saat ini telah
bersifat statis. Imunitas masyarakat terhadap COVID-19 juga cukup tinggi. Oleh
sebab itu, Indonesia menetapkan COVID-19 sebagai penyakit endemik sejak 21
Juni 2023. Namun, keadaan saat ini dianggap masih serius oleh World Health
Organization (WHO). Perilaku pencegahan COVID-19 saat ini diharapkan
bersifat jangka panjang oleh WHO. Organisasi tersebut menganjurkan masyarakat
untuk tetap melakukan perilaku pencegahan COVID-19. Perilaku yang bertahan
secara jangka panjang membutuhkan motivasi otonomi daripada motivasi
terkontrol menurut Self-Determination Theory (SDT). Teori tersebut adalah teori
makro motivasi manusia yang membedakan antara motivasi otonomi dan
terkontrol. Jenis motivasi dipengaruhi oleh kebutuhan psikologis dasar yang
terdiri dari kebutuhan otonomi, kompetensi, dan keterkaitan. Perilaku pencegahan
COVID-19, seperti cuci tangan, dapat menjaga keefektifan vaksin COVID-19
pada tubuh seseorang. Namun, hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa
motivasi tidak berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19.
Coronavirus Disease 2019 telah memberikan dampak terhadap kehidupan
masyarakat dunia, terutama aspek kesehatan mental pada siswa Sekolah
Menengah Atas (SMA). Siswa SMA merupakan masa akhir remaja. Remaja ialah
seseorang dengan rentang usia 10 hingga 19 tahun. Mental yang buruk
menghasilkan kesehatan dan hubungan sosial yang tidak baik pada remaja. Hal
tersebut karena siswa SMA sebagai remaja dapat melakukan perilaku yang
berisiko terhadap kesehatan. Perilaku berisiko itu menambah skeptisisme
masyarakat terhadap remaja. Remaja memiliki rasa keingintahuan untuk
memperoleh suatu informasi. Namun, remaja juga kurang mengantisipasi serta
mempertimbangkan kredibilitas suatu sumber untuk keputusan yang diambilnya.
Remaja dikhawatirkan menjadi sumber penularan COVID-19.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metodologi
cross-sectional. Data penelitian didapatkan dari 87 siswa SMAN 2 Jember
sebagai sampel penelitian yang dipilih secara acak. Data tersebut diambil dengan
lembar kuesioner motivasi dan lembar observasi perilaku. Variabel dalam
penelitian ini adalah motivasi pencegahan COVID-19 sebagai variabel bebas dan
perilaku pencegahan COVID-19 sebagai variabel terikat. Pengujian data yang
diperoleh menggunakan uji Spearman. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni
hingga Juli 2024.
Hasil penelitian ini ialah jumlah siswa yang memiliki motivasi otonomi
lebih unggul daripada motivasi terkontrol dengan nilai 55,2% banding 44,8%.
Penentuan kedua motivasi ini menggunakan nilai rata-rata sebesar 82,95. Perilakuterkait cuci tangan sebelum makan dibagi menjadi tiga. Jumlah siswa terbanyak
ialah yang tidak cuci tangan, jumlah siswa yang cuci tangan tanpa sabun
terbanyak kedua, dan paling sedikit adalah jumlah siswa yang menggunakan hand
sanitizer. Perbandingan jumlah siswa terkait perilaku sebesar 72,4%; 19,5; dan
8%. Berdasarkan hasil motivasi dan perilaku, jumlah siswa yang tidak cuci tangan
sama-sama diungguli oleh siswa yang memiliki motivasi otonomi maupun
terkontrol. Namun, siswa dengan motivasi terkontrol yang tidak cuci tangan
memiliki jumlah yang lebih banyak sebesar 36 siswa dibandingkan siswa dengan
motivasi otonomi sebesar 27 siswa. Selain itu, jumlah siswa yang memiliki
motivasi otonomi lebih banyak sebesar 14 siswa dibandingkan jumlah siswa
motivasi terkontrol sebesar 3 siswa pada perilaku yang lebih baik, yaitu cuci
tangan tanpa sabun. Perilaku paling baik yaitu menggunakan hand sanitizer hanya
dilakukan oleh siswa dengan motivasi otonomi dengan jumlah 7 siswa, sedangkan
siswa dengan motivasi terkontrol tidak ada yang melakukan itu. Kesimpulan
penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif yang cukup kuat antara
motivasi terhadap perilaku pencegahan COVID-19 dengan nilai p value kurang
dari 0,05 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,409.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 25
