Hubungan Motivasi terhadap Perilaku Pencegahan COVID-19 di Masa Endemik pada Siswa Salah Satu SMA Kabupaten Jember
| dc.contributor.author | Anis Putih Al Hafizhah | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-25T06:06:49Z | |
| dc.date.issued | 2025-01-13 | |
| dc.description | Entry oleh Arif 2026 Februari 25 | |
| dc.description.abstract | Jumlah kasus Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) saat ini telah bersifat statis. Imunitas masyarakat terhadap COVID-19 juga cukup tinggi. Oleh sebab itu, Indonesia menetapkan COVID-19 sebagai penyakit endemik sejak 21 Juni 2023. Namun, keadaan saat ini dianggap masih serius oleh World Health Organization (WHO). Perilaku pencegahan COVID-19 saat ini diharapkan bersifat jangka panjang oleh WHO. Organisasi tersebut menganjurkan masyarakat untuk tetap melakukan perilaku pencegahan COVID-19. Perilaku yang bertahan secara jangka panjang membutuhkan motivasi otonomi daripada motivasi terkontrol menurut Self-Determination Theory (SDT). Teori tersebut adalah teori makro motivasi manusia yang membedakan antara motivasi otonomi dan terkontrol. Jenis motivasi dipengaruhi oleh kebutuhan psikologis dasar yang terdiri dari kebutuhan otonomi, kompetensi, dan keterkaitan. Perilaku pencegahan COVID-19, seperti cuci tangan, dapat menjaga keefektifan vaksin COVID-19 pada tubuh seseorang. Namun, hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa motivasi tidak berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19. Coronavirus Disease 2019 telah memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat dunia, terutama aspek kesehatan mental pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Siswa SMA merupakan masa akhir remaja. Remaja ialah seseorang dengan rentang usia 10 hingga 19 tahun. Mental yang buruk menghasilkan kesehatan dan hubungan sosial yang tidak baik pada remaja. Hal tersebut karena siswa SMA sebagai remaja dapat melakukan perilaku yang berisiko terhadap kesehatan. Perilaku berisiko itu menambah skeptisisme masyarakat terhadap remaja. Remaja memiliki rasa keingintahuan untuk memperoleh suatu informasi. Namun, remaja juga kurang mengantisipasi serta mempertimbangkan kredibilitas suatu sumber untuk keputusan yang diambilnya. Remaja dikhawatirkan menjadi sumber penularan COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metodologi cross-sectional. Data penelitian didapatkan dari 87 siswa SMAN 2 Jember sebagai sampel penelitian yang dipilih secara acak. Data tersebut diambil dengan lembar kuesioner motivasi dan lembar observasi perilaku. Variabel dalam penelitian ini adalah motivasi pencegahan COVID-19 sebagai variabel bebas dan perilaku pencegahan COVID-19 sebagai variabel terikat. Pengujian data yang diperoleh menggunakan uji Spearman. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni hingga Juli 2024. Hasil penelitian ini ialah jumlah siswa yang memiliki motivasi otonomi lebih unggul daripada motivasi terkontrol dengan nilai 55,2% banding 44,8%. Penentuan kedua motivasi ini menggunakan nilai rata-rata sebesar 82,95. Perilakuterkait cuci tangan sebelum makan dibagi menjadi tiga. Jumlah siswa terbanyak ialah yang tidak cuci tangan, jumlah siswa yang cuci tangan tanpa sabun terbanyak kedua, dan paling sedikit adalah jumlah siswa yang menggunakan hand sanitizer. Perbandingan jumlah siswa terkait perilaku sebesar 72,4%; 19,5; dan 8%. Berdasarkan hasil motivasi dan perilaku, jumlah siswa yang tidak cuci tangan sama-sama diungguli oleh siswa yang memiliki motivasi otonomi maupun terkontrol. Namun, siswa dengan motivasi terkontrol yang tidak cuci tangan memiliki jumlah yang lebih banyak sebesar 36 siswa dibandingkan siswa dengan motivasi otonomi sebesar 27 siswa. Selain itu, jumlah siswa yang memiliki motivasi otonomi lebih banyak sebesar 14 siswa dibandingkan jumlah siswa motivasi terkontrol sebesar 3 siswa pada perilaku yang lebih baik, yaitu cuci tangan tanpa sabun. Perilaku paling baik yaitu menggunakan hand sanitizer hanya dilakukan oleh siswa dengan motivasi otonomi dengan jumlah 7 siswa, sedangkan siswa dengan motivasi terkontrol tidak ada yang melakukan itu. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif yang cukup kuat antara motivasi terhadap perilaku pencegahan COVID-19 dengan nilai p value kurang dari 0,05 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,409. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : dr. Ida Srisurani Wiji Astuti, M.Kes., FISPH,FISCM DPA : dr. Pipiet Wulandari, Sp.JP (FIHA) | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4490 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kedokteran | |
| dc.subject | COVID-19 | |
| dc.subject | Motivasi | |
| dc.subject | Perilaku Pencegahan | |
| dc.subject | Masa Endemik pada Siswa | |
| dc.title | Hubungan Motivasi terhadap Perilaku Pencegahan COVID-19 di Masa Endemik pada Siswa Salah Satu SMA Kabupaten Jember | |
| dc.type | Other |
