Perbandingan Parameter Hematologi Pasien TB-MDR Sebelum dan Setelah Fase Intensif Pengobatan Jangka Panjang di RSD dr. Soebandi Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh
Mycobacterium tuberculosis (MTb) yang paling sering menyebabkan kematian
tertinggi di seluruh dunia. Salah satu jenis TB dengan resistensi terhadap beberapa
obat TB disebut Tuberkulosis Multidrug-resistant atau TB-MDR. TB-MDR
merupakan TB yang tidak memberikan respons terhadap setidaknya dua obat anti tuberkulosis (OAT) yang paling efektif, isoniazid, dan rifampisin. Bakteri TB strain
ini juga dapat mempersulit pengobatan hingga meningkatkan risiko kematian.
Selain itu, pada pemeriksaan hematologi pasien TB-MDR dapat terjadi perubahan
pada awal terdiagnosis dan setelah dilakukan pengobatan. Evaluasi selama
pemberian obat dapat membantu meningkatkan hasil akhir pengobatan,
kelangsungan hidup, serta kualitas hidup pasien. Tiga parameter hematologi utama
yang diperiksa pada pasien TB-MDR meliputi komponen sel darah, yaitu
hemoglobin (Hb), leukosit, dan trombosit. Pemberian OAT secara efektif pada
kasus TB-MDR dapat memulihkan kadar Hb karena mayoritas pasien TB
mengalami anemia lebih disebabkan akibat inflamasi dari bakteri TB, sehingga
kadar Hb yang awalnya menurun dapat kembali normal dengan OAT tanpa
suplementasi zat besi. Sebaliknya, pemberian OAT dapat menurunkan jumlah
leukosit dan trombosit yang awalnya meningkat akibat respon terjadinya infeksi.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik tipe komparatif
dengan desain penelitian studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Poli Paru
RSD dr. Soebandi Jember pada 16 April hingga 16 Mei 2024. Sampel dalam
penelitian ini merupakan seluruh pasien dengan diagnosis TB-MDR yang telah
memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, jumlah yang didapatkan sebanyak 120
pasien dengan menggunakan metode total sampling. Data yang diperoleh diolah
secara statistik menggunakan aplikasi Microsoft Excel dan IBM SPSS dengan
metode paired T-test untuk hasil uji normalitas terdistribusi normal atau metode
Wilcoxon Test untuk hasil uji normalitas terdistribusi tidak normal guna mengetahui
ada tidaknya perbandingan antara dua kelompok berpasangan dalam suatu variabel.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat penurunan rata-rata
parameter hemoglobin dan trombosit, serta peningkatan pada rata-rata parameter
leukosit. Namun, untuk parameter hemoglobin tidak ditemukan perbedaan yang
signifikan antara sebelum dan setelah fase intensif pengobatan jangka panjang di
RSD dr. Soebandi Jember. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat perbedaan
signifikan rata-rata parameter hematologi pada pasien TB-MDR sebelum dan
setelah fase intensif pengobatan jangka panjang di RSD dr. Soebandi Jember untuk
parameter leukosit dan trombosit dengan nilai p value masing-masing 0,000 dan
0,000 (p value < 0,05).
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 25
