Perbandingan Parameter Hematologi Pasien TB-MDR Sebelum dan Setelah Fase Intensif Pengobatan Jangka Panjang di RSD dr. Soebandi Jember

dc.contributor.authorAniqol Makwa Safila
dc.date.accessioned2026-02-25T03:08:26Z
dc.date.issued2024-12-24
dc.descriptionEntry oleh Arif 2026 Februari 25
dc.description.abstractTuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (MTb) yang paling sering menyebabkan kematian tertinggi di seluruh dunia. Salah satu jenis TB dengan resistensi terhadap beberapa obat TB disebut Tuberkulosis Multidrug-resistant atau TB-MDR. TB-MDR merupakan TB yang tidak memberikan respons terhadap setidaknya dua obat anti tuberkulosis (OAT) yang paling efektif, isoniazid, dan rifampisin. Bakteri TB strain ini juga dapat mempersulit pengobatan hingga meningkatkan risiko kematian. Selain itu, pada pemeriksaan hematologi pasien TB-MDR dapat terjadi perubahan pada awal terdiagnosis dan setelah dilakukan pengobatan. Evaluasi selama pemberian obat dapat membantu meningkatkan hasil akhir pengobatan, kelangsungan hidup, serta kualitas hidup pasien. Tiga parameter hematologi utama yang diperiksa pada pasien TB-MDR meliputi komponen sel darah, yaitu hemoglobin (Hb), leukosit, dan trombosit. Pemberian OAT secara efektif pada kasus TB-MDR dapat memulihkan kadar Hb karena mayoritas pasien TB mengalami anemia lebih disebabkan akibat inflamasi dari bakteri TB, sehingga kadar Hb yang awalnya menurun dapat kembali normal dengan OAT tanpa suplementasi zat besi. Sebaliknya, pemberian OAT dapat menurunkan jumlah leukosit dan trombosit yang awalnya meningkat akibat respon terjadinya infeksi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik tipe komparatif dengan desain penelitian studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Poli Paru RSD dr. Soebandi Jember pada 16 April hingga 16 Mei 2024. Sampel dalam penelitian ini merupakan seluruh pasien dengan diagnosis TB-MDR yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, jumlah yang didapatkan sebanyak 120 pasien dengan menggunakan metode total sampling. Data yang diperoleh diolah secara statistik menggunakan aplikasi Microsoft Excel dan IBM SPSS dengan metode paired T-test untuk hasil uji normalitas terdistribusi normal atau metode Wilcoxon Test untuk hasil uji normalitas terdistribusi tidak normal guna mengetahui ada tidaknya perbandingan antara dua kelompok berpasangan dalam suatu variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat penurunan rata-rata parameter hemoglobin dan trombosit, serta peningkatan pada rata-rata parameter leukosit. Namun, untuk parameter hemoglobin tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara sebelum dan setelah fase intensif pengobatan jangka panjang di RSD dr. Soebandi Jember. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat perbedaan signifikan rata-rata parameter hematologi pada pasien TB-MDR sebelum dan setelah fase intensif pengobatan jangka panjang di RSD dr. Soebandi Jember untuk parameter leukosit dan trombosit dengan nilai p value masing-masing 0,000 dan 0,000 (p value < 0,05).
dc.description.sponsorshipDPU: dr. M. Ali Shodikin, M.Kes., Sp.A. sekalu DPA: dr. Arsyzilma Hakiim, M.H., M.Bio.Et.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4428
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kedokteran
dc.subjectParameter Hematologi
dc.subjectHemoglobin
dc.subjectTuberkulosis
dc.titlePerbandingan Parameter Hematologi Pasien TB-MDR Sebelum dan Setelah Fase Intensif Pengobatan Jangka Panjang di RSD dr. Soebandi Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
ANIQOL MAKWA SAFILA - 192010101144.pdf
Size:
1.7 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: