Suplementasi Fermentasi Probiotik dengan Campuran Kunyit (Curcuma longa) pada Air Minum Ayam Broiler sebagai Pengganti Antibiotic Growth Promoter (AGP)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Penggunaan probiotik yang berasal dari bahan alami berupa hasil fermentasi
bakteri probiotik dengan campuran kunyit pada dosis yang berbeda dapat
menggantikan peran Antibiotic Growth Promoter (AGP) sebagai solusi dalam
menekan nilai FCR, meningkatkan nilai konsumsi pakan, pertambahan bobot badan
dan nilai IP selama satu periode pemeliharaan. Ayam broiler strain Lohman MB
202 produksi PT Japfa Comfeed merupakan objek dalam penelitian ini. Penelitian
ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh pemberian fermentasi probiotik dengan
campuran kunyit terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan
konversi ransum. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2023 di Kandang
closed house, Sulawesi Selatan, Indonesia dengan menggunakan metode
Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan,
dengan setiap ulangannya terdiri dari 5 ekor ayam (total jumlah ayam yang
digunakan 100 ekor ayam). Adapun perlakuan meliputi P0 = tanpa pemberian
probiotik (Kontrol), P1 = Probiotik 0,37%, P2 = Probiotik 0,75% , P3 = Probiotik
1,5%. Parameter yang diuji dalam penelitian ini terdiri dari konsumsi ransum,
pertambahan bobot badan, konversi ransum dan nilai Indeks Performa. Data yang
diperoleh dianalisis menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS),
kemudian dianalisis menggunakan Analysis of Varians (ANOVA) dengan derajat
signifikansi 5%. Data yang menunjukkan hasil signifikan, dianalisis dengan uji
Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) untuk membandingkan antar perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan hasil pemberian fermentasi probiotik dengan
campuran kunyit sebagai pengganti Antibiotic Growth Promoter (AGP)
berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap semua variabel. Berdasarkan rata-rata
variabel didapatkan hasil rataan konsumsi ransum tertinggi pada perlakuan P2 (2269,6 g/ekor/4 minggu), rataan pertambahan bobot badan tertinggi pada
perlakuan P2 (1723,6 g/ekor/4 minggu), rataan indeks performa (IP) tertinggi ada
pada perlakuan P2 (467), dan rataan konversi pakan (FCR) terendah pada perlakuan
P2 (1,32).
Description
Reupload file repository 24 februari 2026_agus/feren
