Rancangan Teknis Sistem Penyaliran Tambang Tanah Liat di Pit Tlogowaru V PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Site Tuban
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk merupakan salah satu perusahaan semen
terbesar di Indonesia yang memiliki area tambang tanah liat aktif di Desa
Tlogowaru, Tuban, Jawa Timur. Salah satu lokasi tambang yang penting bagi
kelangsungan operasional perusahaan adalah Pit Tlogowaru V. Namun, aktivitas
penambangan di pit ini menghadapi tantangan serius berupa genangan air akibat
curah hujan yang cukup tinggi. Genangan air ini tidak hanya mengganggu jalannya
operasional, tetapi juga dapat mengancam keselamatan kerja serta menurunkan
produktivitas alat berat dan efisiensi penambangan secara keseluruhan. Kondisi ini
diperparah oleh sistem penyaliran tambang yang belum memadai dalam mengelola
debit air limpasan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem penyaliran
tambang yang efektif dalam menangani air limpasan tambang. Perancangan sistem
ini meliputi estimasi debit limpasan, desain kolam penampungan air (sump),
pemilihan sistem pemompaan dan pemipaan, serta rancangan saluran terbuka yang
akan mengalirkan air menuju sump dan bozem. Penelitian ini diharapkan mampu
menghasilkan sistem penyaliran yang tidak hanya sesuai dengan standar teknis,
tetapi juga dapat diterapkan di lapangan untuk mendukung kelangsungan kegiatan
penambangan yang berkelanjutan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis hidrologi dan
perancangan teknik. Data curah hujan harian selama 20 tahun (2004–2023)
dianalisis untuk menentukan curah hujan rencana menggunakan distribusi Gumbel.
Nilai curah hujan rencana tersebut kemudian diolah dengan metode Mononobe
guna memperoleh intensitas hujan yang mempertimbangkan durasi dan frekuensi
kejadian hujan. Debit limpasan dihitung menggunakan metode rasional, dengan
koefisien limpasan yang ditentukan berdasarkan karakteristik daerah tangkapan
hujan (catchment area) melalui analisis topografi menggunakan Google Earth Pro,
serta intensitas hujan yang telah diperoleh sebelumnya. Berdasarkan debit limpasan
tersebut, dirancang dimensi sump dengan mempertimbangkan durasi penampungan
dan kapasitas tampung. Saluran terbuka (paritan) dirancang menggunakan prinsip
aliran saluran terbuka (open channel flow) dan analisis hidrolika sederhana untuk
memastikan aliran menuju sump berjalan lancar. Sistem pemompaan dirancang
dengan memperhitungkan total head, kapasitas pompa, dan efisiensi, sementara
pemilihan diameter pipa mempertimbangkan debit dan kecepatan aliran optimal
untuk mengalirkan air dari sump menuju bozem, yang dalam penelitian ini berfungsi
sebagai titik pembuangan akhir.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan rencana dengan periode
ulang dua tahun adalah sebesar 86,17 mm, dengan intensitas hujan 38,5 mm/jam
berdasarkan waktu konsentrasi sebesar 0,864 jam. Luas catchment area ditentukan
sebesar 0,07 km² melalui analisis kontur topografi. Berdasarkan karakteristik
wilayah penelitian yang merupakan kawasan pertanian di daerah perbukitan, serta
jenis tanah berupa lempung dan lanau, maka nilai koefisien limpasan yang
digunakan adalah sebesar 0,43. Dengan parameter tersebut, diperoleh debit
limpasan sebesar 1.159,64 m³/jam. Dengan hasil perhitungan rata-rata durasi hujan
selama empat jam, maka volume air yang masuk ke area tambang per hari
diperkirakan mencapai 4.638,57 m³. Angka ini menjadi dasar dalam menentukan
dimensi sump dan kapasitas pengelolaan air tambang.
Berdasarkan volume air yang masuk, sump dirancang dengan kapasitas
12.427,14 m³, yang telah melampaui ketentuan minimum sebesar 11.327,67 m³
sesuai Keputusan Menteri ESDM RI Nomor 1827K/30/MEM/2018 dimana sump
wajib memiliki kapasitas penampungan sekurang-kurangnya 1,25 kali volume air
tambang pada curah hujan tertinggi selama 84 jam. Untuk mengalirkan air dari
sump ke bozem, digunakan satu unit pompa Multiflo MF-420EX dengan kapasitas
792 m³/jam, yang didukung oleh pipa HDPE sepanjang 200 meter. Selain itu,
dirancang dua saluran terbuka sebagai jalur utama pengaliran air hujan menuju
sump, yaitu Paritan A dan B serta Paritan C sebagai jalur utama pengeluaran air
menuju bozem. Debit masing-masing paritan secara berturut-turut sebesar 0,72
m³/detik, 0,74 m³/detik, dan 0,31 m³/detik. Saluran-saluran ini dirancang mengikuti
kontur alami dan mempertimbangkan efisiensi aliran serta kemudahan pelaksanaan
di lapangan.
Secara keseluruhan, sistem penyaliran tambang yang dirancang dalam
penelitian ini diperkirakan mampu menangani debit limpasan di Pit Tlogowaru V.
Sistem ini dirancang dengan mempertimbangkan kondisi hidrologi lokal, kapasitas
teknis peralatan, serta kebijakan pemerintah. Rancangan ini tidak hanya
menawarkan solusi terhadap permasalahan genangan yang terjadi, tetapi juga
mendukung terciptanya lingkungan kerja tambang yang lebih aman, produktif, dan
berkelanjutan. Selain itu, pendekatan sistematis yang digunakan dalam penelitian
ini dapat menjadi acuan dalam perencanaan sistem penyaliran pada tambang
terbuka lainnya yang memiliki karakteristik serupa.
Description
Reupload file repositori 27 januari 2026_Kurnadi
