Rancangan Teknis Sistem Penyaliran Tambang Tanah Liat di Pit Tlogowaru V PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Site Tuban
| dc.contributor.author | Kadek Dwi Prabawa | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-27T03:35:10Z | |
| dc.date.issued | 2025-05-26 | |
| dc.description | Reupload file repositori 27 januari 2026_Kurnadi | |
| dc.description.abstract | PT Semen Indonesia (Persero) Tbk merupakan salah satu perusahaan semen terbesar di Indonesia yang memiliki area tambang tanah liat aktif di Desa Tlogowaru, Tuban, Jawa Timur. Salah satu lokasi tambang yang penting bagi kelangsungan operasional perusahaan adalah Pit Tlogowaru V. Namun, aktivitas penambangan di pit ini menghadapi tantangan serius berupa genangan air akibat curah hujan yang cukup tinggi. Genangan air ini tidak hanya mengganggu jalannya operasional, tetapi juga dapat mengancam keselamatan kerja serta menurunkan produktivitas alat berat dan efisiensi penambangan secara keseluruhan. Kondisi ini diperparah oleh sistem penyaliran tambang yang belum memadai dalam mengelola debit air limpasan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem penyaliran tambang yang efektif dalam menangani air limpasan tambang. Perancangan sistem ini meliputi estimasi debit limpasan, desain kolam penampungan air (sump), pemilihan sistem pemompaan dan pemipaan, serta rancangan saluran terbuka yang akan mengalirkan air menuju sump dan bozem. Penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan sistem penyaliran yang tidak hanya sesuai dengan standar teknis, tetapi juga dapat diterapkan di lapangan untuk mendukung kelangsungan kegiatan penambangan yang berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis hidrologi dan perancangan teknik. Data curah hujan harian selama 20 tahun (2004–2023) dianalisis untuk menentukan curah hujan rencana menggunakan distribusi Gumbel. Nilai curah hujan rencana tersebut kemudian diolah dengan metode Mononobe guna memperoleh intensitas hujan yang mempertimbangkan durasi dan frekuensi kejadian hujan. Debit limpasan dihitung menggunakan metode rasional, dengan koefisien limpasan yang ditentukan berdasarkan karakteristik daerah tangkapan hujan (catchment area) melalui analisis topografi menggunakan Google Earth Pro, serta intensitas hujan yang telah diperoleh sebelumnya. Berdasarkan debit limpasan tersebut, dirancang dimensi sump dengan mempertimbangkan durasi penampungan dan kapasitas tampung. Saluran terbuka (paritan) dirancang menggunakan prinsip aliran saluran terbuka (open channel flow) dan analisis hidrolika sederhana untuk memastikan aliran menuju sump berjalan lancar. Sistem pemompaan dirancang dengan memperhitungkan total head, kapasitas pompa, dan efisiensi, sementara pemilihan diameter pipa mempertimbangkan debit dan kecepatan aliran optimal untuk mengalirkan air dari sump menuju bozem, yang dalam penelitian ini berfungsi sebagai titik pembuangan akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan rencana dengan periode ulang dua tahun adalah sebesar 86,17 mm, dengan intensitas hujan 38,5 mm/jam berdasarkan waktu konsentrasi sebesar 0,864 jam. Luas catchment area ditentukan sebesar 0,07 km² melalui analisis kontur topografi. Berdasarkan karakteristik wilayah penelitian yang merupakan kawasan pertanian di daerah perbukitan, serta jenis tanah berupa lempung dan lanau, maka nilai koefisien limpasan yang digunakan adalah sebesar 0,43. Dengan parameter tersebut, diperoleh debit limpasan sebesar 1.159,64 m³/jam. Dengan hasil perhitungan rata-rata durasi hujan selama empat jam, maka volume air yang masuk ke area tambang per hari diperkirakan mencapai 4.638,57 m³. Angka ini menjadi dasar dalam menentukan dimensi sump dan kapasitas pengelolaan air tambang. Berdasarkan volume air yang masuk, sump dirancang dengan kapasitas 12.427,14 m³, yang telah melampaui ketentuan minimum sebesar 11.327,67 m³ sesuai Keputusan Menteri ESDM RI Nomor 1827K/30/MEM/2018 dimana sump wajib memiliki kapasitas penampungan sekurang-kurangnya 1,25 kali volume air tambang pada curah hujan tertinggi selama 84 jam. Untuk mengalirkan air dari sump ke bozem, digunakan satu unit pompa Multiflo MF-420EX dengan kapasitas 792 m³/jam, yang didukung oleh pipa HDPE sepanjang 200 meter. Selain itu, dirancang dua saluran terbuka sebagai jalur utama pengaliran air hujan menuju sump, yaitu Paritan A dan B serta Paritan C sebagai jalur utama pengeluaran air menuju bozem. Debit masing-masing paritan secara berturut-turut sebesar 0,72 m³/detik, 0,74 m³/detik, dan 0,31 m³/detik. Saluran-saluran ini dirancang mengikuti kontur alami dan mempertimbangkan efisiensi aliran serta kemudahan pelaksanaan di lapangan. Secara keseluruhan, sistem penyaliran tambang yang dirancang dalam penelitian ini diperkirakan mampu menangani debit limpasan di Pit Tlogowaru V. Sistem ini dirancang dengan mempertimbangkan kondisi hidrologi lokal, kapasitas teknis peralatan, serta kebijakan pemerintah. Rancangan ini tidak hanya menawarkan solusi terhadap permasalahan genangan yang terjadi, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan kerja tambang yang lebih aman, produktif, dan berkelanjutan. Selain itu, pendekatan sistematis yang digunakan dalam penelitian ini dapat menjadi acuan dalam perencanaan sistem penyaliran pada tambang terbuka lainnya yang memiliki karakteristik serupa. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Haeruddin, S.Si., M.T. DPA: Siti Aminah, S.Si., M.T., | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/407 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Teknik | |
| dc.subject | Teknis Sistem Penyaliran | |
| dc.subject | Tambang Tanah Liat | |
| dc.title | Rancangan Teknis Sistem Penyaliran Tambang Tanah Liat di Pit Tlogowaru V PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Site Tuban | |
| dc.type | Other |
