Faktor Produksi Buah Naga dalam Penerapan Teknologi Penyinaran Lampu di Desa Wringinpitu Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Buah naga merupakan komoditas hortikultura jenis buah-buahan yang
memiliki prospek menjanjikan dalam sektor pertanian serta memberikan kontribusi
yang siginifikan bagi perekonomian. Desa Wringinpitu Kecamatan Tegaldlimo
Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu daerah penghasil buah naga
tertinggi. Banyaknya petani yang membudidayakan tanaman buah naga dapat
menunjang tingkat produksi serta produktivitas pada daerah tersebut. Kegiatan
budidaya buah naga dimulai dari pengelolaan tanah, penanaman bibit, perawatan,
pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta pemanenan. Usahatani buah
naga di Desa Wringinpitu terdapat sebuah inovasi pertanian yaitu teknologi
penyinaran lampu, yang bertujuan untuk membantu proses pembungaan pada
periode diluar musim panen (off-season). Penerapan teknologi penyinaran lampu
pada buah naga ini dilakukan pada saat malam hari sebagai bantuan atau tambahan
energi cahaya pengganti matahari dengan menerapkan durasi kurang lebih 6 jam
per malam/hari. Meskipun tergolong daerah sentra produksi, usahatani buah naga
di Desa Wringinpitu ini masih terdapat kendala yaitu terjadinya angka fluktuasi
produksi tiap tahunnya. Hal ini disebabkan karena pengaruh dari penggunaan input
produksi yang kurang efisien. Kondisi tersebut mengakibatkan tingkat produksi
pada usahatani buah naga di Desa Wringinpitu belum mencapai hasil yang
maksimal.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi
produksi buah naga dalam penerapan teknologi penyinaran lampu di Desa
Wringinpitu Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi. Penentuan daerah
penelitian dilakukan dengan cara purposive method, yaitu di Desa Wringinpitu Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi. Penentuan daerah penelitian ini
berdasarkan pada pertimbangan bahwa Desa Wringinpitu merupakan salah satu
penghasil buah naga tertinggi di Kabupaten Banyuwangi, serta menerapkan inovasi
teknologi penyinaran lampu pada tanaman buah naga, untuk menunjang produksi.
Penelitian ini dilakukan pada bulan maret hingga april tahun 2025. Metode
penelitian menggunakan metode deskriptif dan analitis. Teknik pengumpulan data
menggunakan data primer dan skunder, dengan metode pengambilan sampel
proportionate stratified random sampling. Dari total populasi sejumlah 1.730 yang
tergabung dalam 9 kelompok tani, diperoleh 43 petani buah naga sebagai responden
dalam penelitian ini. Metode analisis pada penelitian ini menggunakan analisis
Cobb-Douglas. Faktor Produksi yang berpengaruh nyata meningkatkan produksi
buah naga yaitu variabel luas lahan, tenaga kerja, dan teknologi penyinaran lampu.
Sedangkan untuk variabel pupuk dan pestisida tidak berpengaruh nyata dalam
meningkatkan produksi, namun penggunaan input tersebut harus tetap digunakan
dengan lebih efisien dan maksimal untuk menunjang pertumbuhan tanaman.
Description
Reaploud Repository February_agus
