Ekplorasi Mineral Piroklastik Erupsi Gunung Semeru Berbasis Penginderaan Jauh
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Gunung Semeru merupakan gunung api aktif di Jawa Timur yang termasuk dalam
rangkaian cincin api di Indonesia. Aktivitas vulkanisme menyebabkan kejadian erupsi,
leturan, longsoran dan perubahan iklim berdampak pada wilayah sekitarnya. Erupsi
gunung api merupakan proses aktivitas keluarnya magma atau material dari dalam perut
bumi oleh gas bertekanan tinggi. Material yang dikeluarkan meliputi batuan, kerikil, lava,
lahar dan abu vulkanik dari aktivitas vulkanik Gunung Semeru. Catatan Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) (2021) sejak tahun 1941 hingga tahun 2023 terdapat
25 kali letusan dan 361 kejadian erupsi Gunung Semeru. Letusan dan erupsi gunung yang
terjadi banyak mengeluarkan material dan gas ke atmosfer. Identifikasi mineral dan
kondisi lapang sulit dilakukan disebabkan oleh tertutupnya jalur pendakian Gunung
Semeru di kawasan lereng bawah. Terbatasnya akses jalan dan biaya yang dikeluarkan
melalui pengamatan lapang menghambat identifikasi mineral setelah terjadi erupsi
Gunung Semeru khususnya dalam menentukan jenis dan tipe mineral khususnya mineral
piroklastik. Alternatif pengamatan mineral dilakukan dengan sistem penginderaan jauh.
Tujuan penggunaan sistem penginderaan jauh dilakukan secara komputasi dengan teknik
Remote Sensing Analysis.Teknik ini mengembangkan perhitungan otomatis berbasis
Artificial Intelligence (AI) yang dilakukan secara komputasi melalui Machine Learning
dalam memperoleh hasil data yang akurat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk
mengamati kemampuan citra satelit Sentinel-2 dalam mengakuisisi data multispektral
khususnya dalam pengamatan mineral piroklastik. Hasil kajian digunakan sebagai
visualisasi kenampakan mineral piroklastik hasil erupsi Gunung Semeru pada interval
waktu berbeda dalam memberikan informasi spasial mineralogi pada aktivitas vulkanik.
Penelitian dilakukan pada lereng atas hingga puncak Gunung Semeru pada
Kabupaten Lumajang, Probolinggo, dan Malang pada bulan Mei hingga Desember di
Program Studi Ilmu Tanah, Universitas Jember. Perhitungan citra menggunakan 3 metode
meliputi (1) komposit rasio band (R, G, B) dengan mengkompositkan 3 band dalam sebuah citra RGB, (2) perhitungan matematis dengan bentuk perkalian dan pembagian
pada nilai spektral suatu band dan (3) Principal Component Analysis (PCA). Map
Interpretation digunakan dalam bentuk time series plot untuk memvisualisasikan
perubahan hasil pada tiap tahunnya. Validasi data menggunakan media peta geologi dan
melakukan visual ground checking di lapangan.
Description
Reaploud Repository February_agus
