Peramalan Produksi Menggunakan Decline Curve Analysis dan Evaluasi Keekonomian pada Project Steamflood Area X Lapangan Y
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Area X Lapangan Y memiliki oil gravity 17°-21° API dan viskositas 330
cp, termasuk reservoar minyak berat. Dalam memproduksi minyak berat, metode
EOR yang efektif adalah steamflood. Peningkatan laju steam meningkatkan
produksi minyak karena panas uap menurunkan viskositas minyak. Laju injeksi uap
yang tinggi mengakibatkan biaya operasional yang tinggi pula dan terjadinya steam
breakthrough, sehingga laju injeksi uap dikurangi secara bertahap. Laju produksi
minyak yang terus menurun seiring dengan berkurangnya laju injeksi uap, sehingga
diperlukan suatu teknik untuk memprediksi profil penurunan laju produksi pada
masa mendatang hingga mencapai nilai Q limitnya. Pada penelitian ini, melakukan
peramalan produksi steamflood Area X Lapangan Y menggunakan metode decline
curve analysis yang dapat menghasilkan berbagai parameter produksi dan evaluasi
keekonomian berdasarkan data historis produksi minyak dengan membandingkan
skema cost recovery dan gross split.
Berdasarkan hasil peramalan produksi steamflood area X lapangan Y
dengan metode decline curve analysis diperoleh nilai qforecast selama 3239.98
hari, NP sebesar 1.475 MBBL, Q limit sebesar 80.77 BOPD, Remaining Reserves
sebesar 0.721 MBBL, Estimated Ultimated Recovery sebesar 2.196 MBBL, dan
Recovery Factor sebesar 40.94%. Berdasarkan evaluasi keekonomian steamflood
area X lapangan Y dengan menggunakan berbagai indikator yakni NPV, IRR, POT,
dan PI. Pada skema cost recovery memperoleh nilai NPV sebesar 22.824 MUSD,
IRR sebesar 58%, Pay Out Time sebesar 3,64 Tahun, dan PI sebesar 2,47. Pada
skema gross split memperoleh nilai NPV sebesar 13.365 MUSD, IRR sebesar 37%,
Pay Out Time sebesar 3,5 Tahun, dan PI sebesar 1,86.
Salah satu cara untuk mengatasi agar skema gross split terlihat lebih
menarik di mata kontraktor adalah dengan memberikan tax incentive. Tax incentive
yang dimaksud dimana tax rate pada Gross-Split diturunkan dari 20% menjadi 0%,
sehingga NPV kontraktor yang awalnya 13.365 MUSD, setelah diberikan tax
incentive menjadi 23.591 MUSD, lebih tinggi bila dibandingkan dengan NPV
kontraktor dari Cost-Recovery yang sebesar 22.824 MUSD.
Description
Reupload File Repositori 19 Februari 2026_Teddy/Hendra
