Peramalan Produksi Menggunakan Decline Curve Analysis dan Evaluasi Keekonomian pada Project Steamflood Area X Lapangan Y
| dc.contributor.author | Muhammad Rizky Bima Yulianto | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-19T01:17:22Z | |
| dc.date.issued | 2024-07-01 | |
| dc.description | Reupload File Repositori 19 Februari 2026_Teddy/Hendra | |
| dc.description.abstract | Area X Lapangan Y memiliki oil gravity 17°-21° API dan viskositas 330 cp, termasuk reservoar minyak berat. Dalam memproduksi minyak berat, metode EOR yang efektif adalah steamflood. Peningkatan laju steam meningkatkan produksi minyak karena panas uap menurunkan viskositas minyak. Laju injeksi uap yang tinggi mengakibatkan biaya operasional yang tinggi pula dan terjadinya steam breakthrough, sehingga laju injeksi uap dikurangi secara bertahap. Laju produksi minyak yang terus menurun seiring dengan berkurangnya laju injeksi uap, sehingga diperlukan suatu teknik untuk memprediksi profil penurunan laju produksi pada masa mendatang hingga mencapai nilai Q limitnya. Pada penelitian ini, melakukan peramalan produksi steamflood Area X Lapangan Y menggunakan metode decline curve analysis yang dapat menghasilkan berbagai parameter produksi dan evaluasi keekonomian berdasarkan data historis produksi minyak dengan membandingkan skema cost recovery dan gross split. Berdasarkan hasil peramalan produksi steamflood area X lapangan Y dengan metode decline curve analysis diperoleh nilai qforecast selama 3239.98 hari, NP sebesar 1.475 MBBL, Q limit sebesar 80.77 BOPD, Remaining Reserves sebesar 0.721 MBBL, Estimated Ultimated Recovery sebesar 2.196 MBBL, dan Recovery Factor sebesar 40.94%. Berdasarkan evaluasi keekonomian steamflood area X lapangan Y dengan menggunakan berbagai indikator yakni NPV, IRR, POT, dan PI. Pada skema cost recovery memperoleh nilai NPV sebesar 22.824 MUSD, IRR sebesar 58%, Pay Out Time sebesar 3,64 Tahun, dan PI sebesar 2,47. Pada skema gross split memperoleh nilai NPV sebesar 13.365 MUSD, IRR sebesar 37%, Pay Out Time sebesar 3,5 Tahun, dan PI sebesar 1,86. Salah satu cara untuk mengatasi agar skema gross split terlihat lebih menarik di mata kontraktor adalah dengan memberikan tax incentive. Tax incentive yang dimaksud dimana tax rate pada Gross-Split diturunkan dari 20% menjadi 0%, sehingga NPV kontraktor yang awalnya 13.365 MUSD, setelah diberikan tax incentive menjadi 23.591 MUSD, lebih tinggi bila dibandingkan dengan NPV kontraktor dari Cost-Recovery yang sebesar 22.824 MUSD. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Dr. Ir. Agus Triono, S.T., M.T. DPA : Ir. Eriska Eklezia Dwi Saputri, S.T., M.T. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3585 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Teknik | |
| dc.subject | DECLINE CURVE ANALYSIS | |
| dc.subject | PROJECT STEAMFLOOD | |
| dc.title | Peramalan Produksi Menggunakan Decline Curve Analysis dan Evaluasi Keekonomian pada Project Steamflood Area X Lapangan Y | |
| dc.type | Other |
