Komparasi Pendapatan Usaha Tani Bawang Merah Melalui Penerapan Teknologi Pertanian Dikecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Bawang merah adalah komoditas hortikultura strategis bernilai ekonomi
tinggi. Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, merupakan sentra bawang
merah di Jawa Timur dengan karakteristik umbi besar, rasa pedas, dan aroma
tajam. Meski produktivitas meningkat, pendapatan petani tidak selalu naik karena
fluktuasi harga, serangan OPT, dan tingginya biaya produksi. Petani
menggunakan dua sistem pengendalian OPT: electrifying agriculture (lampu
LED) dan jaring. Electrifying agriculture dapat menekan biaya dan meningkatkan
produksi, namun kurang efektif saat cuaca ekstrem. Sistem jaring lebih sederhana
tetapi biaya sewa tinggi. Penelitian ini bertujuan membandingkan pendapatan
petani pengguna kedua sistem dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
pendapatan usahatani bawang merah.
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo,
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan
kuantitatif dengan sampel berjumlah 64 responden. Sampel kemudian dibagi
secara proporsional berdasarkan desa dan jenis teknologi yang digunakan,
sebanyak 29 responden merupakan petani pengguna electrifying agriculture dan
35 responden merupakan petani pengguna jaring, yang tersebar secara
proporsional di kedua desa penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini
terdiri atas data primer yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi, serta data sekunder dari instansi terkait seperti BPS dan Dinas
Pertanian. Analisis data yang digunakan adalah uji beda (independent sample ttest)
dan analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat perbedaan pendapatan yang
signifikan antara petani bawang merah pengguna electrifying agriculture dan
jaring di Kecamatan Dringu. Rata-rata pendapatan petani pengguna electrifying
agriculture sebesar Rp75.884.534/ha, lebih tinggi dibandingkan pengguna jaring
demgan pendapatan Rp47.092.013/ha. Hasil uji-t yang dilakukan menunjukkan
bahwa perbedaan pendapatan ini signifikan secara statistik, dengan nilai
signifikansi 0,000 < 0,05. (2) a. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan dengan
taraf kepercayaan 95% meningkatkan pendapatan usahatani bawang merah
dengan teknologi electrifying agriculture adalah jumlah produksi, harga jual,
umur petani, dan pendidikan, sedangkan faktor yang menurunkan pendapatan
adalah biaya tenaga kerja. Faktor-faktor yang berpengaruh tidak signifikan
menurukan pendapatan adalah biaya bibit, biaya pupuk, dan biaya pestisida. b.
Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan dengan taraf kepercayaan 95%
meningkatkan pendapatan usahatani bawang merah dengan teknologi jaring
adalah jumlah produksi dan harga jual, sedangkan faktor yang menurunkan
pendapatan adalah biaya bibit, biaya pupuk, dan biaya tenaga kerja. Faktor yang
berpengaruh tidak signifikan meningkatkan pendapatan adalah umur, sedangkan
faktor yang menurunkan pendapatan adalah biaya pestisida dan pendidikan.
Description
Reupload Repositori File 27 Januari 2026_Kholif Basri
