Komparasi Pendapatan Usaha Tani Bawang Merah Melalui Penerapan Teknologi Pertanian Dikecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo

dc.contributor.authorFakhriyan Nisa’ Afifah Khonsa
dc.date.accessioned2026-01-27T01:58:50Z
dc.date.issued2025-07-29
dc.descriptionReupload Repositori File 27 Januari 2026_Kholif Basri
dc.description.abstractBawang merah adalah komoditas hortikultura strategis bernilai ekonomi tinggi. Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, merupakan sentra bawang merah di Jawa Timur dengan karakteristik umbi besar, rasa pedas, dan aroma tajam. Meski produktivitas meningkat, pendapatan petani tidak selalu naik karena fluktuasi harga, serangan OPT, dan tingginya biaya produksi. Petani menggunakan dua sistem pengendalian OPT: electrifying agriculture (lampu LED) dan jaring. Electrifying agriculture dapat menekan biaya dan meningkatkan produksi, namun kurang efektif saat cuaca ekstrem. Sistem jaring lebih sederhana tetapi biaya sewa tinggi. Penelitian ini bertujuan membandingkan pendapatan petani pengguna kedua sistem dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani bawang merah. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif dengan sampel berjumlah 64 responden. Sampel kemudian dibagi secara proporsional berdasarkan desa dan jenis teknologi yang digunakan, sebanyak 29 responden merupakan petani pengguna electrifying agriculture dan 35 responden merupakan petani pengguna jaring, yang tersebar secara proporsional di kedua desa penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas data primer yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta data sekunder dari instansi terkait seperti BPS dan Dinas Pertanian. Analisis data yang digunakan adalah uji beda (independent sample ttest) dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat perbedaan pendapatan yang signifikan antara petani bawang merah pengguna electrifying agriculture dan jaring di Kecamatan Dringu. Rata-rata pendapatan petani pengguna electrifying agriculture sebesar Rp75.884.534/ha, lebih tinggi dibandingkan pengguna jaring demgan pendapatan Rp47.092.013/ha. Hasil uji-t yang dilakukan menunjukkan bahwa perbedaan pendapatan ini signifikan secara statistik, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. (2) a. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan dengan taraf kepercayaan 95% meningkatkan pendapatan usahatani bawang merah dengan teknologi electrifying agriculture adalah jumlah produksi, harga jual, umur petani, dan pendidikan, sedangkan faktor yang menurunkan pendapatan adalah biaya tenaga kerja. Faktor-faktor yang berpengaruh tidak signifikan menurukan pendapatan adalah biaya bibit, biaya pupuk, dan biaya pestisida. b. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan dengan taraf kepercayaan 95% meningkatkan pendapatan usahatani bawang merah dengan teknologi jaring adalah jumlah produksi dan harga jual, sedangkan faktor yang menurunkan pendapatan adalah biaya bibit, biaya pupuk, dan biaya tenaga kerja. Faktor yang berpengaruh tidak signifikan meningkatkan pendapatan adalah umur, sedangkan faktor yang menurunkan pendapatan adalah biaya pestisida dan pendidikan.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Ir. Anik Suwandari, MP. Dosen Pembimbing Anggota: -
dc.identifier.otherKholif Basri
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/355
dc.publisherFakultas Pertanian
dc.subjectBawang merah
dc.subjectelectrifying agriculture (lampu LED) dan jaring
dc.titleKomparasi Pendapatan Usaha Tani Bawang Merah Melalui Penerapan Teknologi Pertanian Dikecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
FAKHRIYAN NISA' AFIFAH KHONSA - 211510601112.pdf
Size:
1.69 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: